Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Fasum

Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Fasum

67
BERBAGI
Seno/RBO: Wabup didampingi Kabid Kesiapsiagaan BPBD Mukomuko saat meninjau banjir di desa Ujung Padang.

Pagi-Pagi Bupati dan Wabup  Cek Lokasi Banjir

RBO, MUKOMUKO – Hujan yang mengguyur Kabupaten Mukomuko lebih kurang 10 jam (Senin malam 6/3 pukul 19.00 WIB sampai Selasa pagi 7/3 Pukul 05.00 WIB)  mengakibatkan sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Mukomuko mengalami banjir. Dari data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, terdapat sekitar 146 rumah dan 3 Fasilitas Umum (Fasum) terendam banjir yang tersebar dibeberapa titik. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE kemarin.

Ia menguraikan, titik banjir yang baru terhimpun oleh instansinya yakni Kota Mukomuko ada 5 titik dengan jumlah rumah yang terkena dampak sekitar 27 rumah, termasuk daerah Talang Karet yang belum sempat ditinjau secara langsung oleh BPBD atau instansi terkait lainnya dan 3 Fasum, yakni Hotel Madyara, RSIA Al-Bara dan SDN 09 Mukomuko yang berada di Danau Nibung.

Kemudian Kecamatan Teras Terunjam, yakni Desa Pondok Kopi terdapat sekitar 46 rumah terendam serta sempat merendam jalan yang menjadi akses mobilitas satu-satunya di daerah itu.

Dari hasil rilisan BPBD yang paling banyak terkena dampak banjir yakni di Desa Rawa Bangun SP 10 Kecamatan XIV Koto terdapat sekitar 73 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar setengah meter.

“Data sementara yang kita himpun baru sejumlah 146 rumah dan 3 fasum. Untuk daerah Pondok Kopi banjir sempat merendam jalan yang menghubungkan Kecamatan Teras Terunjam ke V Koto, terdapat sekitar 46 kendaraan terjebak. Tidak ada jalan alternatif di daerah itu. Tim kita masih turun kelapangan untuk melakukan pendataan. Untuk mempercepat pendataan, bukan hanya BPBD. Kita bagi tugas dengan Dinas Sosial. Untuk hasilnya nanti kita kordinasikan,” sampai Ramdani kepada RBI, Selasa (7/3).

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak gorong-gorong yang berada di Kota Mukomuko, tepatnya di Kelurahan Kampung Dalam dekat PLTD milik PLN. Sampai berita ini diterbitkan BPBD belum dapat menyimpulkan berapa kerugian yang diakibatkan bencana banjir ini.

Sementara ini, diduga untuk lokasi di Kecamatan Kota Mukomuko dan SP 10 XIV Koto banjir disebabkan banyaknya saluran air yang mengalami penyumbatan serta drainase yang mengalami pendangkalan. Sedangkan untuk di wilayah Pondok Kopi, Teras Terunjam banjir disebabkan luapan Sungai Selagan.

“Tadi Dinas PUPR langsung melakukan pengerukan di titik saluran air yang tersumbat akibat tumpukan sampah dan eceng gondok. Sampai dengan pukul 15.00 WIB tadi tinggi air sudah turun sekitar 50 -60 cm. Untuk selanjutnya, sesuai perintah Bupati, BPBD dan Dinas terkait lainnya akan melakukan pencegahan terhadap banjir susulan. Termasuk melakukan pengerukan drainase-drainase yang sudah mengalami pendangkalan dan berpotensi besar menyebabkan banjir,” bebernya.

Untuk penanganan selanjutnya, BPBD masih menunggu petunjuk Bupati sekaligus menunggu keputusan Bupati terkait bencana yang sekarang dialami Kabupaten Mukomuko.

“Kita akan mengajukan surat prihal darurat bencana. Selanjutnya kita menunggu petunjuk Bupati. Darurat bencana ini untuk mengatisipasi banjir susulan. Karena kemungkinan besar dalam dua hari ini curah hujan masih tinggi,” pungkasnya.

Dengan adanya musibah banjir ini, Bupati Choirul Huda dan Wakil Bupati, Haidir, SIP sejak pagi langsung meninjau beberapa lokasi banjir. Melihat kondisi banjir yang ada, ia langsung memerintahkan Dinas PUPR untuk melakukan pengerukan drainase yang dangkal.

“Kita sudah instruksikan PU dan instansi lain untuk melakukan pengerukan serta pencegahan lain untuk mengatasi banjir saat ini dan mudah-mudahan kedepan Mukomuko terbebas dari bencana banjir,” singkat Bupati. (sam)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × five =