Gubernur Usul Menteri Percepatan Pembangunan Sumbagsel

Gubernur Usul Menteri Percepatan Pembangunan Sumbagsel

BERBAGI
Gubernur Bengkulu-Ridwan Mukti

RBO, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH menyatakan, Bengkulu seperti wilayah bagian timur Indonesia yang terletak di bagian barat.

“Angka kemiskinan di Bengkulu tinggi, infrastruktur menyedihkan. Kami sangat kerja keras mengubah kondisi ini,” ungkapnya, kemarin.

Dijelaskan, angka kemiskinan di Bengkulu sangat tinggi yakni mencapai 18 persen. Bahkan di beberapa daerah ada yang sampai 24 persen. “Empat orang berjalan, sudah pasti satunya miskin,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, kondisi Bengkulu yang terpuruk seperti ini sudah terjadi belasan tahun. Seperti listrik sering mati, desa terisolir, jalan tanah, masih ada kecamatan belum punya SMA dan puskesmas serta desa-desa tak memiliki SD.

“Ada 670 desa masih tertinggal. Guru gak mau ngajar di desa, juga dokter dan tenaga kesehatan. Inilah yang sedang kami hadapi,” terangnya.

Sebagai gubernur baru, yang pertama kali dia lakukan adalah memberantas korupsi. Pihaknya sudah berkomitmen bersama jajaran birokrasinya untuk melakukannya. Saat awal menjabat, seluruh jajaran meneken pakta integritas bersama KPK. Bengkulu jadi salah satu dari tujuh provinsi yang sampai saat ini didampingi langsung dan diawasi oleh KPK.

Tak hanya itu, Tata kelola pemerintahan berbasis IT seperti PTSP, E-Samsat, sistem kepagawaian yang ada sudah connecting online juga sudah dirintis.

Menurutnya, mengubah mental birokrasi sangat sulit. Sebab, yang dia hadapi adalah orang yang pernah menikmati yang merasa terganggu dengan pembaruan yang dia lakukan.

“Kita bekerja keras mengubah kultur birokrasi. Insya Allah sudah semakin baik dan birokrasi semakin profesional,” terangnya.

Ditambahkan, ketimpangan yang terjadi sudah sangat jelas. Dia yakin ada yang salah dengan pengelolaan negara ini. Tak ada keberpihakan kepada daerah tertinggal di bagian barat Indonesia. Sementara legislatif dari daerah Sumbagsel dinilainya tidak berdaya. Mereka kalah berani dari anggota DPR dari daerah timur. Gubernur bahkan mengusulkan dibentuk Menteri Percepatan Pembangunan Sumbagsel.

“Saya berharap Prof.Jimly menyampaikan ini ke Presiden. Usulkan menteri percepatan pembangunan Sumbagsel. Kalau tidak kita tidak akan maju maju. Diplomasi kita kalah terus. Gebrakan politik ini harus kita tawarkan. Jika tidak kita tak akan pernah diperhatikan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Bengkulu dan provinsi lain di Sumbagsel tidak akan menjadi beban Indonesia dengan usaha pemprov-nya masing-masing semaksimal mungkin.

Sekadar informasi, sebelumnya Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengikuti diskusi sosialisasi 4 pilar kebangsaan, good governance dan pencegahan korupsi di Gedung Nusantara V DPR RI Jakarta Pusat.

Saat itu, juga ditandatangani komitmen Good Governance dan Pencegahan Korupsi oleh 5 gubernur se-Sumbagsel. Seperti Gubernur Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Jambi. Para gubernur memaparkan program pembangunan dan tantangannya di depan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Hadir juga kepala BPK RI, KPK RI dan perwakilan dari Polri. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × 4 =