2 Mayat, 1 Dicurigai, 1 Korban Tenggelam

2 Mayat, 1 Dicurigai, 1 Korban Tenggelam

191
BERBAGI
Penemuan Mayat

Sepekan di Sungai, Mayat Mengerikan, Diotopsi Dulu

RBO, BENGKULU – Dua mayat ditemukan. Satu di Bengkulu Utara dan 1 di Teluk Sepang Kota Bengkulu. Di BU kondinya sungguh mengerikan! Itulah kondisi mayat yang sudah menjadi tulang belulang dan bercampur tanah. Korban diduga warga Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara. Diduga mayat terdampar di Sungai Air Santan Kecamatan setempat.

Belum diketahui mayat Mrs X itu, namun dari laporan warga setempat. Mayat itu merupakan Nelis Mamurni (30) warga desa Santan. Dimana korban menghilang sudah seminggu, namun kehilangan dilaporkan warga baru Rabu (08/03) lalu. Untuk memastikan itu pihak Kepolisian Kamis (09/03) kemarin membawa mayat ke RS M Yunus untuk diotopsi.

PS Kaur Dokkes Polda Bengkulu Ipda Suratno mengatakan, mayat direncanakan akan diotopsi. Namun kondisi mayat sudah tidak dapat dilihat dengan kasat mata, dikarenakan sudah membusuk selama satu minggu. Kondisi mayat telah menjadi tulang itu bercampur dengan tanah di Sungai.

“Untuk sementara jenazah ditemukan akan diotopsi. Namun karena kita lihat dari laporan ada sedikit kejanggalan, karena yang melapor bukan suaminya. Oleh itu pihak keluarga tadi kita bawa ke pos antem mortem Biddokes. Untuk sampelnya bukan soap saja, nanti akan dilanjutkan jaringan tubuh akan dikirim ke Pos antem mortem Mabes Polri,” terangnya.

Sementara itu Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andika Wisnu melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, menerangkan pihaknya saat ini sedang menyelidiki temuan mayat itu. Diketahu Sang suami Apriyanto (35) baru melaporkan setelah tiga hari menghilangnya korban. Saat ini dirinya masih diamankan pihak Kepolisian guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita sudah koordinasi dengan keluarga, dan mendatangi dokter forensik dari Palembang untuk memastikan apakah ini keluarga mereka. Kita takutkan nanti akan ada orang berbeda, untuk saat ini dugaan korban tenggelam. Untuk yang lainnya kita belum memastikan. Dari keterangan suaminya, dia baru melaporkan dikarenakan istrinya ke desa. Dikarenakan jarak disana jauh, namun akan kita dalami dahulu. Kita tunggu keterangan pihak forensik,” terang Jufri.

Tim forensik dipimpin oleh Kompol Mansuri dari Polda Sumatera Selatan. Menurutnya mayat sudah lama membusuk selama satu minggu. Terlebih lagi, kondisi mayat sangat memperhatinkan. Diduga terdapat bekas luka akibat digigit oleh binatang liar.

“Kita akan mengambil DNA, nanti akan kita tunggu satu bulan. Untuk hasil belum diketahui, walaupun ada kesamaan dari informasi warga. Nanti akan kita ambil sampel yang diduga dari kedua orang tuanya yang masih hidup. Saya lihat beberapa kasus di perairan disini banyak binatang binatang liar. Mungkin digigit oleh binatang, mungkin juga tersandung oleh benda keras,” imbuhnya.

Untuk saat ini mayat akan disimpan di pendingin ruang Kamboja RSMY. Hingga akhirnya akan dilakukan cek DNA guna memastikan status mayat itu.

Tiga Hari, Nelayan Ditemukan Terdampar

Sementara itu, setelah tiga hari menghilang di laut akhrinya satu nelayan yang karam di kawasan Teluk Sepang ditemukan. Korban Katam (34) warga Kuala Alam 14 Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu. Korban ditemukan di pinggir pantai, tepatnya 2 kilometer arah selatan kawasan Teluk Sepang.

“Korban sudah ditemukan dini hari Kamis tadi. Saat itu korban sedang terdampar di pasir arah Selatan Teluk Sepang,” terang Kepala Basarnas Bengkulu Agolo, Kamis (09/03) kemarin.

Kondisi korban telah menjadi mayat itu, ditemukan beberapa luka. Diduga korban mengalami luka akibat benda keras. “Sudah tiga hari, pasti banyak mengalami luka akibat benda keras,” imbuh Agolo.

Diketahui Ali Abidin (40) bersama korban merupakan nelayan Kampung Bahari. Kapal yang dibawa mereka karam, sekira pukul 06.00 Wib Selasa (07/03) lalu. Kapal berangkat sekira pukul 04.00 Wib untuk mencari ikan. Tetapi kondisi berbalik, ketika sayap penyimbang kapal tersebut patah ditimpa badai. Hingga mengakibatkan kapal karam. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

5 − four =