Tuntutan Pedagang Akhirnya Dikabulkan

Tuntutan Pedagang Akhirnya Dikabulkan

60
BERBAGI
Ari/RBO: Pedagang Rapat dengar pendapat dengan DPRD Kota Bengkulu

Dewan Sepakat Portal Parkir PTM Dilepas

RBO,BENGKULU – Rapat dengar pendapat (hearing,red) antara pedagang, pengelolah PTM dan Mall serta Dewan Kota kemarin berlangsung. Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Sudisman itu, terjadi debat yang cukup panjang terutama tentang azas manfaat adanya portal parkir elektrik yang dibuat pengelolah PTM.

Menurut pengelola PTM, Zulkifli bahwa dibangunnya portal parkir elektrik itu demi transparansi pendapatan dari segi pajak dan retribusi parkir.

“Pihak dinas (pemerintah,red) beberapa kali meminta kita transparan dalam pendapatan dari sektor retribusi dan pajak parkir. Nah menurut kami salah satu cara efektif agar kita sama sama tahu berapa hasil parkir, bisa menggunakan sistem komputerisasi,” sampai Zul.

Sementara itu, menurut Melyansori yang diminta mengadvokasi keluhan pedagang PTM, bahwa sejumlah pedagang, tukang gerobak dan tukang ojek mengeluhkan keberadaan parkir komputerisasi. “Kita hanya minta portal itu dilepas, dan kembali ke sistem lama. Dengan adanya portal itu, terbukti Rabu (8/3) sejumlah pedagang tidak berjualan sebagai bentuk kekecewaan terkait keberadaan portal itu. Kami harap, pemerintah bisa memahami kondisi itu,” sampai Melyansori.

Terpisah Sekretaris Komisi III Indra Sukma menegaskan bahwa sejak awal, dirinya secara pribadi menilai belum pas jika PTM bawah dipasangi portal parkir elektrik itu. Memang manfaat baiknya juga ada, namun menurutnya lebih baik gunakan sistem lama.

“Kami sepakat itu dilepas, belum pas karena rata rata pedagang dan pembeli di PTM itu masyarakat kelas menengah. Lagian itukan lahan pemerintah, harusnya izin dulu dong kalau mau pasang portal,” tegas Indra.

SKPD Malas Rapat

Sementara itu, Wakil ketua Komisi II DPRD Kota Iswandi Ruslan dan Heri Ifzan menyayangkan SKPD yang diundang hadir rapat, malah hanya mengirimkan perwakilan saja. Untuk itulah diharapkan, Walikota dapat menegur kepala SKPD yang malas malasan ikut rapat dengar pendapat.

“Coba saja tadi ada kepala SKPD dengan membawa data lengkap, maka bisa jadi rapat tadi sudah masuk tahap kesimpulan. Dishub, dinas pendapatan hanya kirim utusan saja. Apa bagi SKPD rapat rapat dengan dewan dan masyarakat sudah tidak penting lagi, kita seperti sudah tidak dihargai,” tegas Dia. (lay)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY