MBPP Tuntut Pemilukada Ulang

MBPP Tuntut Pemilukada Ulang

52
BERBAGI
DEDI HP/RBO: Massa demontrasi saat menggelar aksi menuntut pembatalan hasil Pemilukada dan menuntut dilakukan tes narkoba ulang.

Penetapan Calon Tak Prosedural

RBO,BENTENG – Sekitar pukul 9.30 WIB massa yang mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Benteng Peduli Pemilukada (MBPP) yang terdiri dari anggota Lembaga Informasi Publik untuk Transparansi dan Advokasi Negara (Liputan), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia dan warga menggelar unjuk rasa menuntut dibatalkannya hasil Pemilukada dan dilakukan Pemilukada ulang lantaran MBPP menilai penetapan calon tak prosedural karena mengabaikan rangkaian tes kesehatan dimana salah satunya adalah tes bebas narkoba, tanpa melakukan tes darah dan tes rambut.

Dikawal ketat aparat kepolisian resort Bengkulu Utara, massa melakukan orasi dan membentang kain putih sepanjang 100 meter guna menggalang dukungan penolakan hasil Pemilukada Benteng. Berselang 1 jam setelah melakukan orasi, dengan membentang poster berisi penolakan Pemilukada dan meminta dilakukan tes narkoba ulang, massa bergerang merangsek mendekati sekretariat KPU Benteng. Hanya saja, massa tak bisa masuk ke sekretariat setelah dihadang personil Sabhara. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya disepakati sebanyak 6 perwakilan massa menggelar hearing dengan komisioner KPU Benteng.

Massa diterima oleh komisioner KPU, yakni Supirman, S.Ag, MH, BJ Karneli, Dra. Marlin Hasni Naray, M.TPd dan Dodi Herwansyah, S.Pd, MM.

“Kami meminta KPU Benteng sebagai penyelenggara mengindahkan intruksi KPU RI bahwa tes narkoba harus melakukan uji urine, darah dan rambut. Ini juga diketahui oleh BNN bahwa tes harus melibatkan pihaknya. Nah yang terjadi di Bengkulu Tengah, tes narkoba hanya menggunakan tes urine. Sebab itu, kami menilai ini tidak sesuai prosedur dan harus dilakukan Pemilukada ulang,” kata perwakilan negosiator pengunjuk rasa, Heri Suandi Nababan.

Dia juga meminta KPU tidak melakukan pleno penetapan calon terpilih sebelum ada keputusan dari MK dan PTUN terkait gugatan yang saat ini tengah berlangsung. Selain itu, dia juga menyesalkan sikap KPU Benteng yang tak melakukan tes narkoba sesuai dengan intruksi KPU RI.

“Di daerah lain dilakukan tes rambut dan darah, kok di Benteng tidak. Kemudian jika alasannya karena alatnya tidak ada, kok pada Pilgub lalu bisa dan alatnya ada. Padahal lokasi tes kesehatan sama dengan Pilgub lalu,” ujar Heri.

Menanggapi tuntutan massa, Supirman menjelaskan pihaknya sangat menghormati proses Pemilukada, bahkan pihaknya menunda Pleno penetapan calon sampai ada keputusan dari MK lantaran adanya gugatan, pun demikian terkait dengan gugatan tes narkoba, pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut dalam proses persidangan di PTUN sebagaimana yang diajukan LSM Liputan.

“Kami kira tidak ada masalah, semua tahapan sudah kami jalani. Khusus mengenai tes narkoba uji rambut dan uji darah saat ini tengah digugat oleh Liputan dan sidangnya masih berlangsung. Sebab itu, mana mungkin kami menetapkan sedangkan masih bersengketa,” kata Supirman.

Sekira pukul 11.45 WIB massa membubarkan diri lantaran hendak melakukan sholat Jum’at. Hanya saja antara massa dan komisioner KPU belum ada kesepakatan apapun terkait tuntutan massa itu. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY