HET Gula Belum Diterapkan di Mukomuko

HET Gula Belum Diterapkan di Mukomuko

BERBAGI

RBO, MUKOMUKO – Kebijakan pemerintah menetapkan Harga Eceren Tertinggi (HET) untuk komoditas pangan strategis dinilai sebagai langkah untuk menstabilkan harga. Salah satunya dengan adanya kesepakatan penetapan harga gula sebesar Rp 12.500 per kg antara produsen gula dan distributor.

Adanya kebijakan ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi konsumen (rakyat).

Akan tetapi kebijakan ini belum dinikmati di Kabupaten Mukomuko (MM). Pasalnya, harga gula eceran masih bervariasi dan tidak sesuai dengan nominal yang ada dalam kebijakan. Tingginya harga gula eceran yang ada di warung – warung maupun toko membuat masyarakat mengeluh. Seperti yang disampaikan oleh Lisdiana (32), warga Teramang Jaya yang mengeluhkan harga gula ditempatnya mencapai Rp 17.000/kg.

“Disini ya harga gula Rp 17.000. Mahal banget,”katanya. Menurut Kabid Perdagangan, Ali Nasri, harga eceran gula diatas HET disebabkan oleh tingginya biaya distribusi gula yang berasal dari Sumatera Barat dan Bengkulu.

“Harga gula eceran di Kabupaten Mukomuko berkisar antara Rp 14.000-17.000 per kg. Harga tersebut berbeda antar kecamatan sesuai jarak jangkauannya. Seperti untuk Kecamatan Malin Deman dan Selagan Raya, harga berada di angka Rp 17.000. Sementara untuk Lubuk Pinang dan V Koto di angka Rp 14.000. Serta Kota Mukomuko yaitu Rp 15.000”, terang Ali. Sedangkan harga gula distributor Kabupaten Mukomuko yaitu sebesar Rp 12.000 per kg. (sam)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − 15 =