Seminggu, 4 Mayat Ditemukan Tenggelam

Seminggu, 4 Mayat Ditemukan Tenggelam

117
BERBAGI
RONAL/RBO: Proses Evakuasi Korban tenggelam

RBO, BENGKULU – Kembali laut memakan korban. Kurun waktu satu minggu empat korban tenggelam meninggal dunia. Korban terbaru bernama Asmadi (48) warga Jalan Melati 2 Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Sabtu (11/03) korban dilaporkan menghilang saat pergi menjaring ikan di kawasan RT 8 Pulau Baai. Namun tiba-tiba dia hilang dan kemarin ditemukan sudah jadi mayat.

Korban sebelumnya pada Sabtu (04/03) lalu korban bernama Timothy Allen (35) WNA Amerika. Korban meninggal akibat berenang di kawasan Pantai Panjang Bengkulu. Hingga saat ini jenazah korban masih berada di ruangan Kamboja RS M Yunus.

Selanjutnya, Katam (34) warga Kuala Alam 14 Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu. Korban ditemukan di pinggir pantai, tepatnya 2 kilometer arah selatan kawasan Teluk Sepang. Diduga korban terbawa arus ombak, dikarenakan memancing. Pasalnya kapal ikan yang dibawanya itu karam akibat badai.

Di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya Kecamatan Napal Putih ditemukan sosok mayat mengerikan yang terdampar di Sungai Air Santan Kecamatan setempat. Diduga korban bernama Nelis Mamurni (30) warga desa Santan. Dimana korban menghilang sudah seminggu, namun kehilangan hingga dilaporkan oleh warga setempat.

Berdasarkan data yang diperoleh korban pergi sejak Jumat (10/03) lalu, tetapi hinggal pukul 08.00 WIB Sabtu pagi korban tidak kunjung pulang dari malam. Dengan demikian, sang istri bernama Darwati (40) menyusul ke lokasi tempat biasanya korban menjaring yaitu di kawasan RT 8 pulau Baai. Ditempat kejadian, istrinya melihat jaring yang ditemukannya dekat kawasan tersebut.

Selain itu motor korban pun masih berada di kawasan tempat korban memancing. Melihat tak ada keberadaan suaminya, sehingga istrinya sekitar pukul 16.00 WIB Sabtu pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Bengkulu karena ditakutkan korban hilang tenggelam saat sedang menarik jaring ikan. Hingga pihak Basarnas, Lanal Bengkulu, Polair Polda Bengkulu Tim SAR Bengkulu, Tagana Bengkulu hingga masyarakat nelayan Kota Bengkulu berhasil menemukan korban sekira pukul 03.30 Wib Subuh Pagi Minggu (12/03) kemarin.

Jenazah korban ditemukan sekira 3 kilometer kearah pasir putih Pantai Panjang Bengkulu. Hingga akhirnya pihak keluarga langsung membawa ke rumah duka.

Saat dihubungi pihak keluarga, adik kandung korban, Aswandi (39) mengatakan, menjaring ikan memang sudah profesi kakaknya tersebut. Namun kakaknya juga kerap berkerja sebagai buruh bangunan. Aswandi pun tak menyangka, jika kakak tercintanya itu meninggal dengan tragis menjadi korban tenggelam.

“Saya tidak percaya kakak saya meninggal dengan keadaan begitu. Memang dia hoby memancing, terkadang dia juga menjual ikan hasilnya,” terangnya kemarin.

Mengenai firasat, Aswandi tak begitu merasakan yang aneh pada dirinya. “Tidak ada firasat, saya cuma kaget setelah dihubungi keluarga jika kakak saya tenggelam. Awalnya saya yakin kakak saya masih hidup, namun yang diatas berkehendak lain,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Basarnas Provinsi Bengkulu, Agolo Suparto S.Sos mengimbau khusus masyarakat Kota Bengkulu, agar lebih menjaga diri dengan kondisi laut yang memperhatinkan saat ini.

“Untuk korban sudah ditemukan subuh tadi (kemarin.red). Saat ini ombak sedikit besar, kita mengimbau agar lebih waspada. Jika badai lebih baik tidak usah melakukan aktivitas dilaut, maupun pantai. Agar tidak terjadi musibah tenggelam berulang kali,” tutup Agolo via telepon. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

one × 4 =