Wagub Kecewa Rakor Dinsos se Provinsi Hanya 3 Kadinsos Kab/Kota Yang Hadir

Wagub Kecewa Rakor Dinsos se Provinsi Hanya 3 Kadinsos Kab/Kota Yang Hadir

55
BERBAGI
Wagub Rohidin Mersyah

RBO, BENGKULU – Wakil Gubernur (Wagub-red) Bengkulu Dr.drh.H.Rohidin Mersyah,MMA tampak kecewa saat mengetahui hanya hanya tiga orang kepala Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten dan kota Bengkulu yang hadir dalam rapat koordinasi, yang diselenggarakan oleh Dinsos Provinsi Bengkulu, di salah satu hotel kota Bengkulu, Jumat malam (10/3).

Kekecewaan Rohidin terlihat saat mengabsen satu persatu peserta rapat koordinasi yang hadir.

“Coba berdiri, yang benar-benar kepala dinas atau pelaksana tugasnya yang hadir,” pintanya, sebelum memulai sambutan.

Sementara itu, dari seluruh Dinsos kabupaten dan kota yang diundang, hanya kepala Dinas Kabupaten Seluma, Kaur dan Kota Bengkulu yang berdiri menyatakan dirinya hadir sebagai kepala Dinas Sosial. Sedangkan dari kabupaten lainnya hanya mengirimkan perwakilan saja.

Melihat kenyataan itu, Rohidin sangat menyesalkan. Karena menurutnya, rapat koordinasi tersebut walaupun tampaknya sederhana, namun sangat penting artinya bagi pemangku kepentingan dalam perencanaan mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing.

“Kalau tidak hadir dalam rakor ini, apapun alasannya, kalau saya, tidak akan menganulirnya. Kecuali memang ada hal yang mendesak betul,” tegasnya.

Apalagi, sambungnya, kemiskinan di Bengkulu ini yang angkanya sudah mencapai 17,3 persen, tertinggi se-Sumatera ini, terjadi karena adanya permasalahan sosial, dan sebagai leading sektornya, adalah dinas sosial ini.

Sedangkan peran Dinas Sosial ini sangatlah penting artinya bagi kesejahteraan sosial masyarakat dalam mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan di Provinsi Bengkulu. Dan semua itu, menurutnya, perlu koordinasi perencanaan yang baik dan terarah.

“Ini rakor perencanaan, hentakannya harus dirasakan betul, karena jika perencanaan itu benar dilakukan oleh pemangku kebijakan, maka 50 persen keberhasilan program tersebut sudah dalam genggaman,” tegasnya.

Secara gamblang diungkapkannya, bahwa layanan publik di sektor kesejahteraan sosial secara nasional sangat buruk, termasuk juga di Provinsi Bengkulu. Itu semua jika pemangku kepentingan membuat rencana aksi yang salah, tidak tahu kepada siapa untuk berkomunikasi, maka dapat disimpulkan tujuan tersebut tidak akan berhasil, karena tidak dibangun koordinasinya.

“Kalau di kasih skor sektor sosial kita ini, saya kira cuma 33-34 persen saja, di bawah nilai perencanaan yang benar. Ingin saya katakan dengan bahasa lain, artinya kita ini tidak ada aktivitas,” jelasnya.

Kendati demikian, Wagub berharap pada peserta yang hadir, agar nantinya dapat berkoordinasi dengan pimpinan mereka masing-masing apa yang dihasilkan dari rakor tersebut. Dirinya ingin dalam kepemimpinannya bersama gubernur saat ini, koordinasi antar provinsi bersama kabupaten dan kota harus dibangun dan dibudayakan secara terus menerus. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 3 =