Karyawan BNI Terbukti Bobol Uang Nasabah

Karyawan BNI Terbukti Bobol Uang Nasabah

BERBAGI
RBO: Karyawan Pembobol Uang Nasabah

Dipenjara 7 Tahun, Uang Pengganti Rp 2,070 M Lebih

RBO, BENGKULU – Feby Fardiansyah (30) karyawan Bank BNI Bengkulu terbukti membobol uang kas milik nasabah saat dia dinas di BNI. Atas perbuatannya itu Feby Ferdiansyah divonis 7 tahun penjara. Juga harus bayar uang pengganti Rp 2.073.700.000. Jika tidak bayar maka hartanya disita. Jika masih kurang maka akan ditambah hukumannya 2 tahun penjara.

Vonis itu dibacakan Senin (13/03) oleh Ketua Majelis Hakim Bambang Pramudwiyanto, SH, MH. Putusan itu, sebanding dengan tuntutan Dewi Kumala Sari, SH Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga menuntut 7 tahun penjara.

Terdakwa juga didenda sebesar Rp 200 juta. Jika tidak dibayar maka akan ditambah dengan hukuman penjara selama empat bulan.

Terdakwa dikenakan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi. Ketua Hakim bersama dua Anggota Hakim, Jonner Manik, SH dan Henny Anggraini, SH mewajibkan agar terdakwa membayar uang pengganti sebesar dua miliar tujuh puluh tiga juta tujuh ratus ribu rupiah (Rp 2.073.700.000).

“Jika tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan keputusan ini, maka akan ditambah pidana selama dua tahun penjara,” terang Ketua Hakim di PN Bengkulu Jalan Sungai Rupat Kota Bengkulu.

Terdakwa terbukti secara sah telah memperkaya diri sendiri. Selain itu, terdakwa belum membayar uang pengganti ke Negara dan membuat pencemaran nama baik Bank BNI di mata masyarakat Bengkulu.

“Bahwa perbuatan terdakwa bertentangan dengan UU Pemberantasan Korupsi. Kita telah pertimbangkan, karena menghilangkan kepercayaan masyarakat dan belum ada uang pengganti ke Negara. Jadi pengakuan terdakwa, uangnya habis untuk judi online. Hingga putusan vonis sama dengan tuntutan,” terang Jonner usai sidang.

Sementara itu, Feby tak banyak berkata usai persidangan. Pihak keluarga, saat ini pasrah dengan keadaan. Saat diwawancarai, Feby pun enggan berkomentar. “Biar dijalani saja,” ujarnya.

Diketahui Feby ditangkap pada Februari 2016 lalu, dirinya merupakan karyawan Bank BNI Bengkulu yang bertugas mengecek ATM atau mengisi uang milik nasabah. Dalam modus yang dilakukan, adalah dengan cara mengambil uang dalam cash box mesin ATM saat melakukan pengisian uang. Bahkan aksi dilakukan saat ada petugas dan karyawan bank lainnya, namun mereka berada di luar mesin ATM.

Karena protap pengisian uang, memang hanya dilakukan oleh seorang petugas bank, tanpa didampingi orang lain. Nominal uang yang diambilnya itu pun bervariasi, dari puluhan juta hingga miliaran rupiah di ATM Kampus UMB, Mega Mall, Rawa Makmur dan Kembang Seri.

Hingga aksi dari Februari 2016 lalu ini terhenti, karena diketahui Subdit Jatanras Direktorat Reskrim Umum Polda Bengkulu pada September 2016 lalu. Dalam pengakuan ke penyidik, jika uang digunakan untuk bermain judi online jenis rolet, namun uang tersebut juga dibelikan cincin perak, mobil pribadi, dan sejumlah jam tangan serta senjata air soft gun. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight + 6 =