Kasus Bansos 2012, Mantan Wawali Diperiksa Jaksa

Kasus Bansos 2012, Mantan Wawali Diperiksa Jaksa

93
BERBAGI

Edison: Saya Tidak Terlibat

RBO, BENGKULU – Tampaknya dugaan Kasus penyaluran Bansos di Pemda Kota Bengkulu belum usai. Kali ini Jaksa memeriksa mantan Wakil Walikota Bengkulu, H Edison Simbolon, S.Sos, M.Si terkait bansos pada tahun 2012.

Diketahui, saat ini Edison merupakan Waka I DPRD Provinsi Bengkulu ini diperiksa hingga 5 jam oleh penyidik. Usai diperiksa, Edison yang memakai baju safarai hitam ini pun tak membantah jika dirinya diperiksa terkait bansos.

“Ya, ditanya soal Bansos. Saya sebagai mantan Wawali saya jelaskan semua. Apa yang saya tahu, dengar dan lihat. Hingga wajar saya ditanyai sebagai saksi. Ditanya soal penyaluran dana, apakah dana itu mengalir ke dana politik. Saya jawab tidak ada,” terangnya kemarin Senin (13/03) kemarin.

Dirinya mengakui tak terlibat dalam penyaluran dana berasal dari APBN itu. Pasalnya, dirinya bukan merupakan tim TAPD dalam pelaksanaan tahun 2012 silam.

“Kebetulan saya tidak ikut dilibatkan, Wawali ada tiga pokok tugas. Membantu melaksanakan pembangunan Pemerintah Daerah, membantu Walikota dalam rangka melaksanakan koordinasi dengan dinas vertikal dan jika Walikota berhalangan, maka diberikan mandat. Namun jika semuanya sudah di tangan Walikota tak mungkin kita untuk mengambil peran itu. Untuk nilainya saya tidak tahu, karena saya bukan anggota TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah),” ujar dia.

Sementara itu, Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan, SH melalui Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Irvon Desvy Putera, SH membenarkan anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fraksi Demokrat tersebut dipanggil. Status Edison, saat ini masih saksi. Namun Irvon masih enggan bekomentar banyak terkait keterlibatan Edison dalam dugaan kasus itu.

“Hari ini memang memeriksa saksi terkait kasus bansos tahun 2012. Kita perlu memperjelas beberapa hal untuk menentukan sikap kita kedepannya, apakah dilanjutkan atau tidak. Untuk peranan, itu sudah materi pemeriksaan,” katanya.

Tak menutup kemungkinan, mantan Walikota Bengkulu H Ahmad Kenedi ikut akan diperiksa. “Tapi tergantung penyidik, apakah diperlukan atau tidak,” tambahnya. Soal sprindik kasus bansos pihak Kejaksaan Negeri Bengkulu saat ini tengah mengevaluasi, apakah akan diterbitkan sprindik baru atau tidak. Namun tidak membatalkan sprindik sebelumnya. Diketahui dugaan dana dalam kasus ini mencapai Rp 8,3 miliar. Sebelumnya, kasus ini tengah gencar di tangani mantan Kajari Bengkulu Wito, SH. (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 − four =