Orang Bengkulu Sebut Pelabuhan dengan Istilah “Bom”?

Orang Bengkulu Sebut Pelabuhan dengan Istilah “Bom”?

68
BERBAGI
Topher/RBO: Owner Bombaru dengan latar belakang Tembok bangunan Bar and resto nya

Oleh H. Christopher

Bombaru adalah penyebutan untuk nama pelabuhan di Bengkulu. Hal ini bukan tanpa sebab, di Kota Bengkulu yang memiliki garis pantai yang terpanjang membuat Bengkulu begitu akrap dengan pantai dan lautan. Oleh karenanya banyak hal yang berhubungan dengan laut yang tetap dipertahankan oleh masyarakat, khususnya masyarakat pesisir pantai.

Seperti istilah bom untuk menyebutkan pelabuhan yang menjadi lokasi tempat berkumpulnya kapal nelayan dengan berbagai keperluan, namun utamanya adalah transaksi jual beli ikan dan BBM di pelabuhan tersebut.

“Kenapa dinamakan Bombaru, karena daerah ini sejak dahulu namanya Bom dan itu untuk menyebutkan nama pelabuhan,” ujar owner Bombaru Bar and Resto, Merry Irawan kepada jurnalis belum lama ini.

Dikatakan dia, penyebutan Bom tersebut sudah ada sejak dahulu kala, ketika orang-orang tua dahulu bermain disini dan mencari ikan dan sebagainya serta menamakan daerah ini dengan nama Bom baru untuk menyebutkan pelabuhan baru. “Makanya kami namakan Bom baru yang artinya pelabuhan baru,” sampai dia.

Diharapkan dengan nama Bombaru dan menggunakan lambang Bom tersebut mengingatkan kisah perjuangan masyarakat Bengkulu, khususnya masyarakat sekitar pantai agar tidak melupakan sejarah yang pernah terjadi disini. “Yang kami angkat disini adalah sejarah, unik, dan khas,” sampai dia.

Gedung yang digunakan ini adalah dahulunya sebagai gudang senjata pasukan inggris saat membangun Benteng ini. “Lambang Bom ini sesuai dengan fungsi gedung yang digunakan ini adalah gudang senjata pasukan Inggris,” kata dia.

Terkait dengan kunjunga wisatawan luar negeri, Merry mengakui hampir setiap hari ada kunjungan wisawatan luar negeri, dari berbagai negara.

“Setiap hari ada tamu kami dari luar negeri, dari berbagai negara, yakni dari USA, Inggris, Belgia, Australia, dan banyak lagi, dan rata-rata mereka mengakui senang kesini dan dapat menikmati kuliner di dalam bangunan tua ini,” sampai dia.

Dijelaskan Merry yang senang menemani para turis tersebut ngobrol mengatakan rata-rata pertanyaan turis tersebut adalah, lebih tua Benteng ini atau Bangunan ini?

“Saya bilang lebih tua bangunan ini, sebab sebelum Benteng di Bangun, bangunan ini sudah difungsikan,” kata dia.

Merry yang mengakui penyuka sejarah ini mengatakan pusat dari sejarah Bengkulu yang di Benteng ini.

“Makanya sangat disayangkan jika bangunan tua ini tidak dimanfaatkan dengan baik, sebab dengan dimanfaatkan seperti ini akan banyak kunjungan dan akan banyak orang yang penasaran dengan bangunan ini, dari pada hanya menjadi sarang ular, biawak dan hutan belantara,” kata dia.

Disisi lain Merry mengungkapkan dirinya tertarik untuk memanfaatkan bangunan tua yang memiliki sejarah, seperti gedung ini yang dahulunya adalah gudang senjata Inggris ini, karena melihat di daerah-daerah lainnya. “Ada wisata sejarah dan mempertahankan bangunan tua, dan untuk Bengkulu yang disini lokasinya,” ujar dia.

Sebagai orang Bengkulu Merry mengakui bertanggung jawab untuk sama-sama membangun Bengkulu dengan cara masing-masing.

“Kita bertanggung jawab untuk membangun Bengkulu, dengan cara kita masing-masing, saya dengan apa yang sedang saya lakukan sekarang, namun diharapkan kepada para pihak untuk saling membantu, agar Bengkulu dikenal luas oleh masyarakat nasional dan internasional, dan jika sudah demikian, maka masyarakat Bengkulu secara umum akan mendapatkan keuntunganya,” tutup dia. (***)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY