Ingat..!!! Sekolah “Dilarang” Persulit Siswa Ikut UN

Ingat..!!! Sekolah “Dilarang” Persulit Siswa Ikut UN

88
BERBAGI
Ilustrasi Ujian Nasional

Meski Belum Bayar dan Tersangkut Kasus Hukum

RBO, BENGKULU – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Provinsi Bengkulu R.Wahyu.DP meminta kepada seluruh sekolah yang ada di Provinsi Bengkulu agar tidak mempersulit siswa yang akan mengikuti UN karena belum melunasi biaya sekolah.

Dijelaskan, mengikuti UN merupakan hak setiap siswa meskipun masih memiliki tanggungan pelunasan biaya sekolah.

“Tidak dibenarkan jika ada sekolah menghalangi siswanya ikut UN karena belum lunas SPP dan lain-lainnya. Kasihan siswanya jika tidak dapat mengikuti UN karena hal itu,” tegasnya, kemarin (13/3).

Hingga kini, lanjutnya, belum ada laporan mengenai adanya siswa yang tidak diperbolehkan pihak sekolah untuk mengikuti UN karena masih memiliki tanggungan biaya.

“Kami berharap, jika memang ada siswa yang biaya sekolahnya belum lunas, dapat dibicarakan baik-baik dengan pihak wali murid. Dengan demikian, dapat dicarikan solusi terbaik dan tidak mengorbankan hak anak mengikuti UN,” bebernya.

Ia menambahkan, tidak hanya siswa yang terkendala masalah ekonomi yang tidak boleh dihalangi untuk mengikuti UN. Namun siswa yang terdaftar sebagai peserta UN yang tersangkut masalah hukum dan ditahan juga tetap berhak mengikuti UN. Adapun syaratnya, sambungnya, siswa tersebut sudah terdaftar sebagai peserta UN 2017 dan belum dikeluarkan dari sekolah.

“Mereka bisa ikut UN, asalkan belum dikeluarkan dan pihak sekolah masih mengakui. Serta yang paling penting adalah si anak terdaftar sebagai peserta UN,” terangnya.

Terkait lokasi ujian, ia mengatakan tergantung komunikasi antara pihak sekolah dengan institusi tempat si anak ditahan, seperti lembaga pemasyarakatan (lapas) atau kepolisian. Menurutnya, bisa jadi nantinya ujian dilaksanakan di lapas atau kantor polisi, bisa juga di sekolah masing-masing.

“Jika ujiannya di lapas atau kantor polisi, maka pengawas akan datang kesana. Bisa juga, kalau ada izin dan dengan pengawalan petugas, ujiannya di sekolah. Tentu ini dengan jaminan pihak sekolah,” bebernya.

Ditambahkan, hingga detik ini, pihaknya masih terus melakukan pemantauan terhadap siswa-siswa peserta UN di kabupaten/kota, apakah ada yang bermasalah atau tidak.

“Sejauh ini belum ada laporan terkait siswa yang akan mengikuti UN di Lapas atau masalah lainnya,” terangnya.

Sementara itu, menjelang pelaksanaan UN awal bulan April mendatang, ia meminta kepada sekolah agar terus mempersiapkan para siswa menghadapi UN. Di antaranya, dengan kesiapan akademik, psikologis, serta rohani.

“Jangan sampai nanti karena mengejar target nilai, pihak sekolah ataupun guru malah membantu siswanya dengan berbuat curang,” tegasnya.

Dia menyebutkan, jumlah peserta UN tingkat SLTP-SLTA sederajat di Provinsi Bengkulu tahun ini mencapai puluhan ribu siswa.

“Kurang lebih ada 781 sekolah penyelenggara UN tahun ini tingkat SLTA dan SLTP sederajat. UN akan digelar dengan dua cara, yakni UN Berbasis Komputer (UNBK) dan UN menggunakan LJK,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seven + six =