Paripurna HUT Kota, Walikota Harap Perda Samisake Disahkan

Paripurna HUT Kota, Walikota Harap Perda Samisake Disahkan

BERBAGI
LAY/RBO: Walikota dan Wawali bersama Pimpinan DPRD KOta menuju ruang rapat paripurna istimewa HUT KOta ke 298.

RBO, BENGKULU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, kemarin (16/3) menggelar sidang paripurna istimewa hari ulang tahun (HUT) Kota Bengkulu ke 298. Momen bersejarah itu juga merupakan penyampaian peningakatan kinerja dari tahun sebelumnya. Ada yang menarik dalam sambutan Walikota Bengkulu H Helmi Hasan, SE, di hadapan tamu udangan, Helmi menuturkan harapannya agar revisi Perda Samisake bisa tuntas di tahun 2017 ini. Sebab menurut Helmi, manfaat Samisake sangat dirasakan masyarakat Kota Bengkulu.

      “Salah satu contoh nyata masyarakat yang sudah terima bantuan Samisake yakni pak Samsir. Awalnya bapak ini dapat bantuan dana bergulir samisake, punya satu gerobak yang berjualan usaha pisang pasir. Alhamdulilah, usahanya berkembang dan sekarang sudah belasan gerobak miliknya, dan puluhan pula karyawan. Artinya disitu ada lowongan perkerjaan tercipta dari Samisake, kami harap revisi perda yang saat ini masih dikerjakan DPRD Kota bisa segera tuntas. Mengingat Samisake ini sangat dibutuhkan masyarakat,” sampai Walikota.

      Paripurna pagi itu dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kota Erna Sari Dewi, SE, Wakil ketua I Yudi Darmawansyah, Wakil Ketua II Teuku Zulkarnain. Dalam kesempatan itu, Erna menyampaikan bahwa momen HUT ini sejatinya dijadikan momen pengingat bagi legislatif dan pemerintah kota. “Apakah dalam perjalanannya semua program yang pro rakyat telah berjalan dengan maksimal, ini menjadi introspeksi kita bersama, peningkatan kinerja perlu dilakukan demi kesejehateraan masyarakat Kota Bengkulu,” sampainya.

      Dikatakan bahwa harapan tentunya kedepan semua program pemerintah kota dapat berjalan dengan baik, tidak ada lagi program yang terhambat oleh karena birokrasi yang lambat, artinya apapun yang sudah dianggarkan DPRD kota hendaknya diserap secara maksimal dan menyentuh lapisan masyarakat.

      Selain menyampaikan harapan, Erna juga menyampaikan beberapa catatan untuk kebaikan bersama diantaranya yang paling disorot yakni evaluasi birokrasi di pemerintah kota.

      “Birokrasinya harus cermat, pembenahan harus dilakukan ketika ada hambatan di tingkat OPD. Tempatkan orang orang yang tulus bekerja, bukan yang mencari keuntungan sendiri,” sambungnya.

      Pantauan jurnalis, nampak hadir dalam rapat paripurna yang kental dengan nuansa adat itu yakni Asisten I Pemprov Dr H Iskandar ZO, SH, M.Si mewakili Gubernur Bengkulu, seluruh anggota DPRD, SKPD, FKPD dan Bupati Kepahiang.

      Seperti tahun sebelumnya, momen rapat paripurna juga dijadikan pengingat tentang sejarah terbentuknya Kota Bengkulu. Selain itu, berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Bengkulu Nomor 01 Tahun 1991, Kota Bengkulu Secaro resmi ditetapkan pembentukannyo pado tanggal 17 Maret 1719.

Ini Sejarah Kota Bengkulu  

Berdasarkan sejarahnya, Kota Bengkulu didirikan pado Tahun 1720, yakni setelah Gubernur Inggris.    Diperkenankan oleh rajo-rajo Bengkulu untuk kembali ke Ujung Karang. Kota Bengkulu adalah pusat perdagangan Pemerintah Inggris yang bernama Marlborough yang oleh orang Bengkulu menyebutnya Pasar Melabero.

      Kota Bengkulu pada awalnya berupa kerajaan-kerajaan kecil yang terdiri dari, kerajaan Sungai Lemau dengan raja yang berasal dari Pagaruyung, Sumatera Barat dengan gelar Datuk Bagindo Maharajo Sakti, Kerajaan Sungai Serut dengan raja yang berasal dari Kerajaan Majapahit yang bergelar Ratu Agung.

      Bahwa Raja Ratu Agung mempunyai anak yang bernama Ratu Gading Cempaka yang cantik dan dipinang oleh Putra dari Raja Aceh. Pinangan rajo Aceh diterimo, dan rajo Aceh balik ke Negerinyo, akan tetapi malang tak dapek ditolak, ketiko putra Rajo Aceh datang untuk melaksanakan pernikahan ayahhanda Ratu Gading Cempaka meninggal dunio, dan kakanyo yang menggantikan tahta menolak pernikahan kareno masih dalam suasano berkabung.

Penolakan untuk melangsungkan pernikahan yang dilakukan kakak Ratu Gading Cempaka yang bernama Rajo Anak Dalam Muaro Bangkahulu tersebut yang menjadi cikal bakal nama Kota Bengkulu, karena kesuksesan taktiknya untuk mengusir tentara Aceh yang menyerang kerajaan, sehingga namanya diabadikan menjadi nama kota yaitu Bangkahulu dan lazim disebut Bengkulu. (lay)

 

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

18 + 3 =