Proyek Infrastruktur Prov, Jaksa Panggil Saksi

Proyek Infrastruktur Prov, Jaksa Panggil Saksi

44
BERBAGI
Arief Wirawan SH MH

RBO, KEPAHIANG – Jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepahiang mulai tahapan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek infrastruktur yang dikerjakan provinsi. Proyek tersebut meliputi pembangunan jalan, irigasi serta pelapis tebing di Desa Permu Bawah kecamatan Kepahiang. Hal ini disampaikan Kasi Pidsus Arief Wirawan SH MH, diruang kerjanya, Kamis (16/03) siang.

Disampaikan Arief, bahwa surat perintah untuk melakukan tahapan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu tersebut sudah terbit. “Senin ini, kita sudah mulai memanggil dan memeriksa saksi-saksi,”ujar Kasi Pidsus, kemarin.

Disampaikan Arief, pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mengetahui siapa, sejauh mana peristiwa yang terjadi dalam proyek tersebut. Lalu juga untuk mengetahui ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam peristiwa itu.

“Proyek ini ada di Dinas PU Provinsi Bengkulu, anggaranya Rp 6 miliar, dan PPTKnya istri salah satu ahli kontruksi,”ungkap Arief.

Sebelumnya sempat viral dimedia sosial Facebook. Dimana warga Desa Permu Bawah Kecamatan Kepahiang mengshare berita online mengenai kerusakan bangunan yang belum lama selesai dikerjakan tersebut. Komentar keras pun diucapkan salah satunya dari pengguna FB dengan nama Ediriantoni yang menyebutkan kalimat “Ngapo yg ambruk2 tuch skalian pemborongnya diambrukin jg,” dengan kata lain kalimatnya menyebutkan mengapa yang ambruk-ambruk itu sekalian pemborongya diamburikin juga.

Bahkan akun FB dengan nama Karmolis yang merupkan Plt Dirut PDAM Tirta Alami mempertanyakan pekerjaan irigasi dan pelapis tebing disepanjang jalan Desa Permu hingga Taba Saling tersebut. Sebab pasca pembangunan itu jaringan pipa PDAM mengalami kerusakan dan tidak berfungsi hingga sekarang.

” Kareno ini proyek provinsi, cubo tanya dewan Provinsi ada tidak yang komentar?. Termasuk ngapo air PDAM permu idak hidup lagi setelah pelebaran jalan hehehe. Supayo klak perbaikan longsornya sekalian dengan perbaikan pipa yang didesa imigrasi permu juga perlu diperbaiki karena kiri kanananya rusak tidak bisa dipakai lagi,” tulisnya.

Kalimat yang ditulis Karmonlis menegaskan bila pasca pembangunan pelebaran jalan yang didalamnya masuk pembangunan irigasi dan pelapis tebing dekat jembatan konak itu menyebabkan kerusakan pipa PDAM. Sehingga suplai air kerumah-rumah pelanggaran di Desa Permu bermasalah.

Pasca membaca berita dan mendapatkan laporan adanya pelapis tebing dan drainase atau irigasi amburk Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang langsung meresponnya. Senin pagi (6/3) Kasi Pindus Arief Wirawan SH MH merencanakan menggelar cek fisik kelokasi kejadian. “Ya rencana Senin pagi kita mau lihat kerusakannya seperti apa?,” ujar Arief. (izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − eighteen =