Kapolda: Lebih Baik Mencegah Daripada Menindak

Kapolda: Lebih Baik Mencegah Daripada Menindak

79
BERBAGI

Kikis Pungli

RBO, BENGKULU – Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar merasa opsi pencegahan lebih baik ketimbang penindakan pelaku pungutan liar (pungli). Menurutnya, selama masih bisa dicegah, maka sebaiknya cara itulah yang dipilih guna menghindar pungli. Menurutnya, dengan kehadiran tim saber pungli maka kepolisian akan menjadi salah satu lembaga yang bertugas menegakkan hukum pungli. Tetapi, ia menyadari hal itu akan membuat lembaga lain khawatir ditangkap kepolisian. Meski begitu, ia mengaku tetap mengedepankan pencegahan.

“Saya tidak ingin polisi jadi predator lembaga lain, tapi kalau bisa tidak ditangkap, namun pelayanan lebih baik itu bagus,” terangnya Jumat (17/03) kemarin.

Di sisi lain, ia tak bisa menampik bahwa pungli telah menjadi budaya di Indonesia. Menurutnya, masyarakat masih punya kebiasaan untuk mengurus segalanya serba instan, tanpa melewati proses birokrasi yang semestinya. Ia pun berharap tim saber pungli ke depannya bisa ikut merubah pola pikir masyarakat.”Harus punya kesadaran kedua boleh pihak, karena masyarakat kita masih ingin hal instan, ini habit (kebiasaan), harus kita ubah. Budaya ini harus diubah karena bangsa modern sebenarnya tanpa korupsi, harus sesuai prosedur,” pungkasnya.

IKUTI Diskusi 22 Maret Nanti

Sementara itu, semua pihak sangat mendukung program Diskusi Publik yang bakal dilaksanakan oleh RADAR BENGKULU, bekerjasama dengan Polda, UMB, PGRI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan Dikbud Kota tanggal 22 Maret 2017 mendatang (Rabu-red) guna mengupas tuntas masalah pungutan di sekolah.

Dampak agenda tersebut diharapkan agar sekolah dan orang tua bisa tenang, sekolah harus tahu mana point-point yang bisa dilakukan sekolah untuk pungutan, karena tidak semua pungutan yang sudah disepakati dan disetujui itu bukan pungli, ada kategori yang dikatakan pungli.

Bertindak pembicara utama adalah Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs Yovianes Mahar, dan Prof Dr Yohanes, M.Pd. Juga ada Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu dan Kadis Dikbud Kota Dra Rosmayetti, MM serta Kepala Kemenag Kota Dr H Mukhlisudin, SH, MH.

Kepala Dinas Dikbud Kota Dra.Rosmayetti,MM, memaparkan saat ini sejumlah sekolah ada yang mengeluh karena kurang biaya kegiatan belajar mengajar di masing-masing sekolah negeri. Sebab, dana sumber biaya operasional sekolah berasal dari APBN dan APBD, yang pencairannya tak sembarang waktu bisa dicairkan serta dananya dirasa kurang mencukupi.

“Saat ini Dikbud sedang menggodok aturan terkait pungutan biaya awal tahun, yang nantinya dituangkan dalam Perwal pungutan. Perwal ini akan mengatur rincian apa-apa saja yang diperbolehkan dan tidak tidak boleh sekolah memungut biaya kepada orang tua siswa, selama KBM. Baik dari sisi jumlah atau penggunaan uang tersebut,” terangnya, baru ini.

Ia menjelaskan, setiap sekolah mempunyai perbedaan dalam hal pengelolaan dana sekolah yang bersumber dari luar APBD dan APBN. Maka dari itu Perwal itu harus ada, agar pihak sekolah tidak sembarangan melakukan pungutan di sekolah. Khawatir jika tidak ada perwal maka akan membebankan orang tua murid yang kurang mampu.

“Jika ada Perwal tersebut maka sekolah tidak bisa melakukan pungutan sembarangan, karena semua sudah diatur dalam Perwal tersebut untuk kegiatan belajar mengajar. Jika memang ada sekolah yang melakukan pungutan tanpa dasar Perwal maka pungutan itu adalah ilegal dan kami akan memanggil pihak kepala sekolah yang melakukan pungutan ilegal tersebut dan memberikan sanksi tegas,” jelasnya.

“Kita sedang merencanakan itu, tapi masih dalam tahap penyusunan draft nanti akan kita sampaikan kepada pihak-pihak terkait yang berkompeten untuk membedahnya, mau dibedah dulu mulai dari pihak hukumnya yang tahu tentang aturan sampai dengan tahu tentang menganalisis anggaran itu akan kita panggil, termasuk Ombudsman, serta, pakar-pakar pendidikan.”

“Itu akan diatur nantinya point mana yang boleh dan tidak boleh nantinya untuk pungutan. Target kita InsyaAllah sebelum tahun ajaran baru itu sudah kita finalkan, dan dasarnya nanti kita ambil juga dari acara Diskusi Publik  yang digelar oleh RADAR BENGKULU ini, akan kita ambil sebagai bahan pertimbangan kita,” tambahnya. (run/red)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

9 − 8 =