BMA Mati Suri, Nasir Sarankan Musyawarah Besar

BMA Mati Suri, Nasir Sarankan Musyawarah Besar

53
BERBAGI
Dedi/RBO:Ketua BMA Kec Talang Empat saat menyampaikan uneg-unegnya seputar kegiatan BMA dan disebut mati suri

RBO, BENTENG- Tidak aktifnya Badan Musyawarah Adat (BMA) disesalkan sejumlah pihak, bahkan ketua BMA di tingkat kecamatan tidak tahu apakah mereka masih aktif atau masih tercatat sebagai pengurus, sehingga mereka menyebutnya mati suri. Apalagi sudah hampir 2 tahun BMA tak lagi ada kegiatan ,mirisnya lagi ketua BMA di kecamatan juga tidak tahu siapa ketua BMA Benteng saat ini.

“Saat ini kami bisa dibilang mati suri, pasca BJ Karneli mundur sebagai ketua kami tak tahu lagi siapa ketua sekarang. BMA ini masih ada atau tidak, kami di kecamatan juga tidak pernah dipanggil atau dilibatkan,” kata ketua BMA Talang Empat, A. Rahman saat Musrenbangcam Talang Empat.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Dapil I yang mewakili Talang Empat dan Karang Tinggi, Nasir Jahiyah, S.Sos menyarankan para pengurus BMA kecamatan berhimpun dan mengadakan musyawarah besar. Menurutnya BMA bukan saja sebagai lembaga pemberi gelar adat belaka, namun juga harus menjadi lembaga yang menyusun dan mengatur adat istiadat warga Benteng yang sangat multy culture.

“BMA tidak bisa mati suri, BMA harus aktif. Lembaga itu dibentuk dengan harapan ada adat yang baku mengenai adat di Benteng di tengah kemajemukan warganya. Sebab itu, jika tidak aktif maka harus ada musyawarah besar guna lembaga ini bisa aktif lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan Pemda Benteng juga telah menyiapkan dana bagi BMA melalui dana hibah dan Bansos, hanya saja dana tersebut dapat digunakan bila BMA aktif dan memiliki program kerja.

“Harusnya tidak mati suri, sebab Pemda juga telah menyiapkan dana untuk kegiatan-kegiatan BMA. Kalaupun saat ini mati suri, itu artinya ada permasalahan di pengurusnya,” ujar politisi PPP ini. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY