BOS Belum Cair, Kepsek Pintar2lah

BOS Belum Cair, Kepsek Pintar2lah

206
BERBAGI
IST/RBO: Dana Bos Belum Cair

Kadis: Ini Masalah Nasional

RBO, BENGKULU – Tak kunjung cairnya dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) hingga akhir triwulan pertama tahun 2017 ini membuat sejumlah kepala sekolah (kepsek) di Kota Bengkulu kelimpungan. Bahkan terpaksa menggunakan dana talangan. Ada juga yang ngutang sana-sini.

Pasalnya, semenjak diprogramkan dana BOS telah menjadi sumber dana utama bagi sejumlah sekolah. Salah seorang kepala SD di Kota Bengkulu yang tidak mau disebutkan namanya mengakui, akibat terlambatnya pencairan dana BOS tersebut, dia bersama rekan-rekan kepala sekolah lain terpaksa mencari talangan untuk menjalankan program-program yang didanai dari sumber BOS

“Guna mensiasati belum cairnya dana BOS kita terpaksa gunakan dana talangan terlebih dahulu. Dana didapatkan dari komite sekolah, pinjaman koperasi atau jika benar-benar mendesak menggunakan tabungan pribadi,” terangnya, kemarin.

Dijelaskan, inisatif menggunakan dana talangan tersebut harus dilakukan. Mengingat, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap harus berjalan normal.

“Opersional sekolah tetap harus dilakukan, walaupun dengan keterbatasan dana,” bebernya.

Ditambahkan, meski saat ini keterlambatan pencairan dana BOS triwulan pertama ini masih dapat ditanggulangi. Namun, dia berharap pemerintah dapat segera mencairkan dana BOS.

“Kami harapkan pencairan dana BOS triwulan pertama segera terealisasi, karena ini menyangkut pelaksanaan pendidikan kita,” pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu Dra.Rosmayetti,MM membenarkan jika hingga kini dana BOS tahun 2017 memang belum cair.

Sementara itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang menangani hal tersebut.

“BOS tahun 2017 memang belum cair, namun saya yakin pihak sekolah punya cara mengantisipasinya sembari menunggu pencairan dana tersebut,” terangnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga sumber dana utama sekolah tersebut dapat dicairkan dengan segera.

“Permasalahan ini merupakan permasalahan nasional, jadi kita hanya bisa berusaha dan berkoordinas terus,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

two × four =