Diwajibkan Ngantor, Kades Protes

Diwajibkan Ngantor, Kades Protes

BERBAGI
Bupati saat meninjau balai rafflesia, kemarin.

RBO, BENTENG – Sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima 24 jam di desa, setiap kepala desa dan perangkat diwajibkan “ngantor” di kantor desa. Hanya saja perintah itu diprotes Kades, sebab tidak semua desa memiliki kantor desa.

“Bagaima mau ngantor melakukan pelayanan di kantor kalau kantornya saja tidak ada. Jelas ini tidak fear, dan kami nilai sama sekali tidak populis,” kata Kades Renah Semanek, M. Halis.

Dia menambahkan beberapa kali pengusulan pembangunan kantor desa, hingga saat ini desa yang ia pimpin dan berada di pusat perkantoran belum juga mendapatkan pembangunan kantor desa.

“Kantor desa sengaja kami tidak usulkan sebagai prioritas pembangunan karena percuma saja. Nah yang lebih lucu lagi, kami diwajibkan hadir dan melakukan pelayanan di kantor desa, pertanyaan kami kantor mana yang mau dijadikan kantor desa, sementara usulan kami tak pernah di gubris?” ungkap Halis.

Dia juga menjelaskan kantor desa tak bisa dibangun menggunakan DD dan ADD. Sementara dari Pemda tak pernah melakukan pembangunan kantor itu. Sebab itu, dia meminta pihak Pemda memberikan kebijakan bagi beberapa desa yang belum memiliki kantor atau kantornya sudah rusak dihibahkan ke desa.

“Kami memiliki kantor desa warisan dari Bengkulu Utara, kondisinya saat ini tidak bisa difungsikan karena rusak berat. Perehaban tidak bisa, dibangun baru pun tidak bisa, ini menyulitkan bagi kami, sementara di sisi lain pelayanan pada masyarakat harus prima 24 jam. Jika memang tidak memiliki good will terhadap pembangunan di desa kami, kami minta kantor desa itu dihibahkan pada kami, biar kami yang membangunnya,” ungkap Halis. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine − nine =