Sefty Yuslinah: Guru SKO Perlu Lebih Diperhatikan

Sefty Yuslinah: Guru SKO Perlu Lebih Diperhatikan

BERBAGI
Iwan/RBO: Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah S.Sos

RBO, BENGKULU – Dari hasil kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu ke Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Provinsi Bengkulu yang terletak di daerah Nakau, ditemukan mayoritas tenaga pendidik (Guru-red) disana belum definitif.

“Dari hasil kunjungan kita tadi, dari 22 orang tenaga pengajar atau guru disana, mayoritas belum definitif. Para guru disana masih honorer. Dimana gurunya ada yang berasal dari sekolah di Benteng dan Kota Bengkulu,” ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah S.Sos, kemarin (20/3).

Dijelaskan oleh Sefty, SKO yang baru berdiri sejak satu tahun terakhir, saat ini jumlah muridnya sebanyak 70 orang. Dimana para murid disana adalah siswa berprestasi dibidang olahraga. “Yang sekolah disana itu gratis. Dan mereka lewat tes dan seleksi sebelumnya. Dimana pada Bulan April tahun 2016 lalu, pihak SKO membuka penerimaan murid angkatan pertama,” jelasnya.

Dan dengan adanya SKO ini, dimana selain Bengkulu beberapa daerah seperti Palembang Sumatera Selatan, Padang, Lampung dan Babel telah memiliki. Pihaknya berharap, bisa lahir bibit-bibit olahragawan andal dari Provinsi Bengkulu.

“Harapan kita, dengan adanya SKO ini, bisa menjadi wadah tempat bagi anak-anak yang berprestasi dibidang olahraga untuk melatih diri serta mendapatkan ilmu pendidikan disana dengan baik. Kemudian para tenaga pendidiknya juga kita harap OPD terkait dan Pemda Provinsi bisa mendefinitifkannya. Dana yang telah kami anggarkan dalam tahun anggaran 2017 ini untuk SKO tidaklah sedikit, ada sebesar Rp 4,9 Miliar lewat Diknas Provinsi dan Rp 960 juta dari Dispora,” pungkasnya.

Dalam kunjungan yang dilakukan oleh rombongan komisi IV DPRD Provinsi, ada Ramli, Raharjo Sudiro S.Sos, Agung Gatam SE, M.Si, Siption Muhadi S.Ag, Dr Bambang Suseno dan Asrul Asahadi S.Sos. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × 1 =