Terbukti Pukul Kapolres, Eks Dosen Dihukum 7 Bulan Penjara

Terbukti Pukul Kapolres, Eks Dosen Dihukum 7 Bulan Penjara

BERBAGI
Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta

RBO, BENGKULU – Akhirnya Majelis Hakim memutuskan mantan dosen FH, Kirmin, SH 7 bulan penjara. Hukuman pidana ini lebih ringan, dikarenakan Jaksa Penuntut Umum Zubaidah, SH menuntut terdakwa selama 1 tahun, dengan Pasal 213 KUHP mengenai kekerasan yang dilakukan terhadap aparat yang bertugas.
Persidangan ini terkait kerusuhan dirinya di Lapas IIA Bentiring Kota Bengkulu beberapa waktu lalu. Kuasa hukum terdakwa Zico, SH mengatakan, pihaknya mempertanyakan soal CCTV dalam kerusuhan tersebut.
“Yang meringankan klien saya, jika dia traumatik. Ketika kebakaran di Malabero dahulu. Selain itu dia tidak ada niat untuk memukul Kapolres. Kita terima putusan itu, namun sesuai dalam pledoi kita. Seharusnya dihadiri rekaman CCTV yang sebelumnya. Jika ada mungkin kami akan pikir pikir,” ungkapnya Senin (20/03) kemarin. Untuk diketahui, saat kejadian kerusuhan berlangsung Kirmin yang ditahan di Lapas sempat memukul Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta, S.IK ketika rusuh dalam operasi razia narkoba di Lapas. Hingga akhirnya pihak Kepolisian menyita barang bukti 1 unit hard disk warna hitam merek “Touro” yang berisi rekaman cctv tentang kerusuhan waktu itu dan benda keras lainnya sebagai barang bukti. Kerusuhan terjadi pada Juli 2016 lalu, dimana pihak Sat Narkoba Polres Kota Bengkulu melakukan upaya razia di blok pidum. Namun pihak warga binaan tersebut memberontak. Dari hasil razia polisi berhasil menyita 140 handphone berbagai merek, Sabu 12 gram, ratusan korek api, alat isap sabu (bong,red) 9 buah, plastik klip 10 kantong, ATM 5 buah, 6 buku tabungan, belasan power bank, timbangan digital 4 unit, belasan benda tajam seperti gunting, tang, pisau, gergaji dan sikat gigi yang diruncingkan. Semua benda yang dilarang masuk ke dalam Lapas tersebut ditemukan di atas tower Lapas. Tidak heran jika penghuni lapas memberikan perlawanan saat polisi hendak memeriksa tower. Saat hendak memeriksa tower tiba-tiba 16 pintu ruang tahanan terbuka, semua napi dan tahanan menyerang petugas saat melakukan razia. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

one + 6 =