Jaksa Ancam Jemput Paksa PPTK & Pengawas

Jaksa Ancam Jemput Paksa PPTK & Pengawas

BERBAGI
Arief Wirawan, SH, MH

RBO, KEPAHIANG – Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang ancam akan melakukan penjemputan paksa terhadap PPTK dan Pengawasan kegiatan pembangunan jalan Kepahiang- Sumatera Selatan atau jalan Desa Permu Kepahiang, apabila tetap mangkir dalam panggilan kedua. Hal ini disampaikan Kasi Pidsus Arief Wirawan, SH, MH, diruang kerjanya, Kamis (23/03) siang.

Menurut Arief, Jaksa penyidik akan bertindak tegas terhadap kedua saksi yang tidak kooperatif dalam memenuhi panggilan. Pasalnya perbuatan saksi yang tidak koperatif itu, termasuk dalam kategori menghambat proses penyelidikan.

“Panggilan pertama kemarin (Rabu-red), kedua saksi tidak hadir, bahkan tidak memberikan keterangan (mangkir-red), kini kita kirim panggilan kedua, bila tetap saja mangkir maka akan dilakukan panggilan ketiga sekaligus kita datangi dan bawa mereka (saksi-red),”tegas Arief.

Disampaikannya, panggilan kedua untuk kedua saksi Gusniadi dan Ir. Bina Pertiwi, sudah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu tertanggal 22 Maret 2017. Dan meminta dinas terkait untuk menyampaikan kepada kedua saksi agar datang ke Kejari Kepahiang Kamis (30/03) pukul 10.00 WIB.

“Surat panggilan nomor 22/N.7.18/Fpy.1/03/2017 sudah kita layangkan pada Rabu (22/03) lalu, kita minta kedua saksi kooperatif,”ungkapnya.

Untuk diketahui penyelidik Pidsus Kejari Kepahiang saat ini sedang mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan jalan Kepahiang- batas Provinsi Sumatera Selatan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 6 miliar. Penyelidikan dilakukan berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejari Kepahiang Nomor Print-02/N.7.18/Fd.1/03/2017 tertanggal 16 Maret 2017. (izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

17 + 16 =