Marak Isu Penculikan Anak dan Penjualan Organ Tubuh

Marak Isu Penculikan Anak dan Penjualan Organ Tubuh

161
BERBAGI
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar

Kapolda: Laporan Intelijen Belum Ada, Jangan Terlena

RBO, BENGKULU – Isu terkait penculikan anak-anak saat ini tengah mewabah se Indonesia juga ke Provinsi Bengkulu. Beberapa hari lalu di Kabupaten Kepahiang pemberitaan ini tersebar luas. Tak hanya itu, informasi jaringan seluler pun kemarin mengabarkan jika terjadi tindakan penculikan anak.

Disebutkan kejadian bertempat di Sekolah Dasar Negeri Kota Bengkulu, Lingkar Barat, Kamis (23/03) kemarin. Namun setelah ditelusuri ke lapangan belum ditemukan dimana dan siapa yang diculik.

Menanggapi hal ini, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar mengimbau agar selalu waspada pada tindakan kejahatan. Terlebih lagi terkait isu penculikan anak.

“Sebetulnya paling pokok, tugas orang tua adalah benar benar menjaga anak dari umur satu tahun sampai dengan sebelas tahun. Itu yang pertama, kemudian kita harus mengetahui di media saat ini sudah ada modus dari pelaku pelaku. Saya selaku penanggung jawab keamanan disini. Mengimbau seluruh orang tua, maupun saudara kandungnya berkewajiban untuk melihat perkembangan anak dan mengawasinya,” terang Kapolda.

Sejauh ini belum ada indikasi laporan peristiwa hingga jaringan pelaku penculikan anak. Namun diharapkan, orang tua jangan lalai dalam mengawasai anak.

“Sejauh ini laporan dari pihak Intelejin belum ada. Apalagi tentang jaringanya. Namun kita jangan terlena, harus selalu menjaga anak kita,” tambah Kapolda.

Terlebih lagi saat ini di Kota Kota besar bahkan mengkaitkan penculikan anak dengan transaksi penjualan organ tubuh. Isu beredar jika satu anak dihargai Rp 5 Miliar di pasar gelap. Paling mahal organ tubuh ginjal, hati, dan jantung. Dikarenakan anak yang berumur dibawah belasan tahun masih lemah dan rentan pergaulan dalam lingkungan.

Terkait hal ini, jika memang terjadi di Provinsi Bengkulu. Lanjut Kapolda, seluruh jajaran Kepolisian Daerah Bengkulu akan menuntaskan hingga ke jaringanya.

“Untuk isu penjualan organ tubuh itu, saya juga belum menerima laporan itu. Namun jika ada akan kita tindak tegas,” imbuh Kapolda.

Untuk diketahui di Bengkulu sudah ada 4 orang menjadi kasus anak hilang. Diantaranya Nadya (5) warga Pulau Baai sudah ditemukan, Dwi Anjani (7) warga Betungan sudah ditemukan, Salah Fauzan (8) warga Kabupaten Kepahiang berhasil lolos namun belum ditemukan M Bintang (3,5) warga Lingkar Barat.(run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − 18 =