BK: Saatnya Untuk Membangun Desa

BK: Saatnya Untuk Membangun Desa

67
BERBAGI
IST/RBO: Bang Ken, Bangikan Bibit

RBO, BENGKULU – Sudah menjadi tradisi masyarakat melayu, dimana seorang pemuda yang sudah siap untuk merantau ke daerah lainnya untuk mencari penghidupan yang layak. Namun bila sudah sukses untuk kembali ke kampung halamannya dan membangun kampung halamanya.

“Saya saat ini sedang menerapkan ini. Membangun kampung halaman saya, dengan apa yang saya bisa lakukan,” kata H. Ahmad Kanedi, SH, MH kepada jurnalis RADAR BENGKULU.

Dijelaskan pria kelahiran 24 Desember 1961 tersebut, khusus dari daerah Masmambang Talo, Kabupaten Seluma, orang-orang yang sukses banyak sekali dan sudah saatnya untuk kembali kekampung dan memberikan apa yang bisa diberikan. Minimal sumbangan pemikiran.

“Saat ini ada dana desa yang dikucurkan dari negara untuk memulai melaksanakan pembangunan dari desa. Nah, saat inilah untuk memberikan sumbang saran untuk memajukan desa kelahiran kita,” sampai dia.

Sebab, bisa saja Kades, dan perangkatnya ada kelalaian dalam merencanakan pembangunan. Makanya diberikan sumbang saran.

“Sumbang saran sangat diperlukan untuk memaksimalkan dana desa tersebut agar desa maju,” ujar dia.

Bila Desa maju, maka ekonomi akan kuat dan pendidikan dan kesehatan akan baik. Sebab, para pejabat yang saat ini sedang memegang tampuk pimpinan di lembaga-lembaga tinggi negara kebanyakan dari desa.

“Saya berkeyakinan bila para pejabat memberikan sumbangan saran untuk membangun desa, maka desa akan maju dan berkembang dengan baik,” sampai dia.

Dana yang digelontorkan untuk membangun Desa, tahun ini (2017) saja mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Ini menunjukkan jika pemerintah pusat sangat peduli untuk membangun dan sebaliknya warga harus memaksimalkan bengunan dan perencanaan pembangunan tersebut. Jangan sampai setelah dibangun lalu tidak terpakai dengan maksimal,” ujar dia.

Semangat gotong royong didesa sangat kentara. Oleh karenanya, sembari menghidupkan gotong royong, juga memaksimalkan pembangunan didesa, dengan cara sesekali mudik kedesa dan berikan apa yang bisa diberikan, minimal sumbang saran untuk desa.

“Terkadang pengurus didesa ada yang terlewatkan. Makanya diberikan sumbang saran, sehingga ingat dan tidak bermasalah dengan hukum dikemudian hari,” kata dia. (hcr)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY