Ganja Milik Kakak Adik Dimusnahkan BNNP

Ganja Milik Kakak Adik Dimusnahkan BNNP

60
BERBAGI
Tersangka Yang diamankan BNNP.

3 Tsk Diancam Hukuman Mati

RBO, BENGKULU – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu Rabu pagi kemarin (29/3) memusnahkan Barang Bukti (BB) 479,78 daun ganja kering. Barang haram tersebut didapatkan dari 3 orang. Yaitu, berinisial RK, YD dan RD yang ditangkap BNNP 10 Maret lalu. Pemusnahan itu dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Pol Benny Setiawan MH. Penangkapan 3 orang itu berawal dari laporan masyarakat. Anggota BNNP Bengkulu langsung bergerak dan berhasil mengamankan 1 orang tersangka, berinisial RK di Halte Jalan Indra Giri Padang Harapan Kota Bengkulu.

Dari tersangka RK mengamankan 1 paket sabu-sabu. Para anggota tidak berhenti dan terus melakukan penggeladahan seisi rumah RK di Jalan Swadaya RT 15 RW 01 Kelurahan Penurunan, Kota Bengkulu. Hasilnya, pihak BNNP berhasil menemukan 1 paket besar ganja kering seberat 474,63 gram. Selain menemukan 1 paket besar, anggota juga menemukan 1 buah timbangan yang diduga untuk perjualbelikan barang haram tersebut.

“Pada 10 Maret kita berhasil menangkap RK. Dari pengakuannya ganja itu didapatkan dari Aceh,” terangnya Benny saat Jumpa Pers kemarin.

Setelah pihaknya berhasil meringkus RK beserta dengan barang bukti, pihak BNNP Bengkulu terus melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di rumah tersangk RD di Jalan Semangka RT 15 RW 5 Kelurahan Panorama Kota Bengkulu. Namun saat dilakukan penggeledahan tersangk RD sedang tidak berada di rumah. Di rumah tersebut petugas berhasil membekuk tersangka YD bersama 1 paket kecil ganja kering. Dari nyanyian YD petugas juga berhasil menangkap RD yang pada saat itu sedang asyik nongkrong di salah satu warung tuak di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Diketahui dari tersangka RD berkilah-kilah. Ternyata RK merupakan kakak kandung dari tersangka RD. “Inilah uniknya kasus pengungkapan Narkotika kali ini. Tersangka yang kita tangkap merupakan kakak dan adik,” pungkasnya.

Hingga saat ini, lanjut Benny, pihak BNNP Bengkulu terus melakukan pengembangan dari 3 orang tersangka tersebut. Karena 3 orang tersangka yang berhasil diamankan ini dicurigai terlibat dalam jaringan peredaran Narkoba di Provinsi Bengkulu. 3 orang tersangka ini akan disangkakan pasal 114 Ayat 2 dan pasal 112 Ayat 2 Junto pasal 132 Ayat 1 UU Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dengan acaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. Dengan jumlah barang bukti sebanyak 479, 78 gram ganja kering itu. BNNP Bengkulu diprediksikan telah menyelamatkan 239 orang anak bangsa ini dari penyalahgunaan barang haram tersebut.

Ungkap 3 Kasus Narkoba

BNNP Bengkulu tidak hanya melakukan pemusnahan barang bukti saja. Pada kesempatan jumpa pers kemarin Kepala BNNP Bengkulu juga mengungkapkan, Selama Maret 2017 ini pihak BNNP Bengkulu juga berhasil mengungkapkan 3 kasus peredaran Narkoba dan mengamankan 7 orang yang terindikasi melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba.

Kasus pertama yaitu pada Sabtu 18 Maret lalu BNNP juga berhasil membekuk 3 orang tersangka. Mereka itu berinisial RT, MR dan DD dengan barang bukti 1 paket Narkoba jenis Sabu-sabu.

“Tiga orang tersangka tersebut kita sangkakan pasal 114 Ayat 1 Subsidair pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” terangnya.

Kemudian kasus yang kedua juga terungkap pada hari yang sama, Sabtu, 18 Maret 2017. Awalnya juga bermula dari laporan dari masyarakat. Setelah menerima laporan, petugas BNNP Bengkulu langsung bergerak dan berhasil mengamankan 1 orang tersangka yaitu berinisial RD yng ducurigai membawa Narkoba. Petugas langsung menggeledah kontrakan tersangka di kawasan Jalan Batang Hari Nomor 6 RT 12 RW 4 Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu. Hasil penggeledahan itu pihak BNNP berhasil menemukan 1 paket narkoba golongan 1 jenis ganja yang ditemukan diatas lemari di kamar tidur tersangka.

“Tersangka RD juga diancam dengan pasal 111 ayat 1 subsidair pasal 127 Ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba,” tambah Benny.

Kasus yang ketiga dengan hal yang serupa. Yakni pada Rabu 22 Maret 2017 sekira pukul 03.00 WIB petugas BNNP juga berhasil membekuk 2 orang tersangka, yaitu berinisial IW dan RD. Mereka ditangkap saat sedang memakai barang haram jenis ganja di kawsan Pasar Minggu, tepatnya di depan Masjid Al Falah, Kelurahan Belakang Pondok Kota Bengkulu. Kedua tersangka disangkakan pasal 127 Ayat 1 atau pasal 54 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Khusus untuk pemakai kita akan lakukan rehabilitas. Tetapi proses hukumannya tetap berjalan,” tutupnya.(cw5)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 2 =