1.838 Penderita, Penyakit TBC Korelasi Positif dengan Kemiskinan Bengkulu

1.838 Penderita, Penyakit TBC Korelasi Positif dengan Kemiskinan Bengkulu

ADIT/RBO: Dinkes saat Pelepasan Balon tanda dimulainya program penanganan TBC.
BERBAGI:

Jangan Kucilkan Penderita TBC

RBO, BENGKULU – Ada 1838 orang penderita penyakit menular Tuberkolusis atau yang dikenal TBC di Bengkulu. Penyakit tersebut memiliki korelasi positif dengan tingkat kemiskinan di Bengkulu yang tinggi dari rata – rata nasional.

Dari statistik dan data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu menduduki peringat tertinggi terbanyak warganya menderita TBC. Yakni sebanyak 538 penderita, Bengkulu Utara 217, Bengkulu Selatan 169, Seluma 87, Kepahiang 109 , Mukomuko 242, Kaur 72, Lebong 119, Benteng 108 dan Rejang Lebong 179.

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Dr. H. Iskandar ZO mewakili Gubernur dalam peringatan hari TB di halaman kantor Dinkes Provinsi Bengkuu (31/3) menuturkan bahwa akan ada program konkrit untuk mengatasi masalah penyakit TBC.

“Memang betul sekali, penyakit menular ini ada kaitannya erat sekali dengan tingkat kemiskinan di Bengkulu. Mencegah dan mengatasi itu, Pemprov, Dinkes dan bersama pengurus organisasi Aisiyah punya program ketuk pintu 1.400 rumah per kabupaten kota. Tujuannya adalah untuk mengontrol dan menentukan data serta langkah program apa yang akan kita jalankan kedepan,” terangnya.

Dari angka jumlah penderita TBC itu, lanjutnya, kita jangan terperangkap. Karena masih banyak lagi kasus yang belum ditemukan.

Sementara itu, PLT. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, drg. Edriwan Mansyur, MM mengatakan, “Kita memiliki kader – kader dilapangan yang siap untuk membantu penderita TBC. Mulai dari pengontrolan minum obat dan lainnya. Karena penderita TBC ini tidak dapat terlambat minum obat. Dan juga saat ini penyakit menular TB ini semakin berkembang saja. Ada TB MDR dan TB HIV. Selain dengan perogram ketuk pintu itu, diyakini dengan program Tos TB juga masalah TB ini akan teratasi.”

drg. Edriwan dengan rendah hati memohon kepada masyarakat untuk tidak mendiskriminasikan penderita TB. Mari bersama – sama masyarakat Pemprov dan jajaran Dinas Kesehatan tidak mengucilkan penerita TB ini. (ae2)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 − three =