HTI: Harap Pemerintah Sosialisasikan Bendera Islam

HTI: Harap Pemerintah Sosialisasikan Bendera Islam

156
BERBAGI
Seno/RBO: Aksi Hizbu Tahrir Indonesia di Kota Mukomuko, Jumat (313).

RBO, MUKOMUKO – Puluhan masa dari Hizbu Tahrir Indonesia (HTI) Mukomuko pada Jumat (31/3) menggelar aksi Pawai Panji Rasulullah. Rutenya dimulai dari Kecamatan Lubuk Pinang menuju V Koto tepatnya di Bendungan Majunto, kemudian mengarah ke SP 3 dan diteruskan ke Kota Mukomuko.

Disetiap lokasi yang dilintasi, rombongan HTI menyempatkan menggelar orasi. Kordinator aksi, Aprizen mengatakan tujuan dari pawai ini mensosialisasikan Bendera Islam, agar masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Mukomuko tidak salah arti dengan Panji Islam ini.

“Islam itu ada dua bendera, pertama warna putih berarti Al-Liwa bertuliskan Lafaz Dua Kalima syahadat dan yang kedua warnanya hitam dengan tulisan sama berwarna putih. Itu lah bendera pemersatu islam seluruh indonesia,” ungkap Aprizen dalam orasi.

Saat dijumpai RBI, Aprizen menegaskan, bendera ini tidak ada hubungannya dengan Partai Politik apalagi yang namanya teroris. Oleh karena itu, langkah pawai ini bertujuan mengkampanyekan kepada masyarakat Mukomuko agar tidak menganggap bendera islam itu tabuh apalagi dianggap radikal.

“Jangan mau kita dipengaruhi oleh orang yang menginginkan Islam itu kecil di Indonesia. Disini ada yang sengaja mendiskreditkan Islam melalui cara mempengaruhi umat islam sendiri agar tidak menyenangi simbol-simbol Islam sendiri. Makanya perlu kita luruskan ditengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada aparat penegak hukum dapat memahami simbol-simbol Islam. Jangan lantaran ada kelompok masyarakat mengibarkan Panji/Bendera Islam ini dianggap teroris atau kelomok radikal.

“Bendera Islam bukan bendera ISIS, sama sekali tidak ada hubungannya sama sekali. Kami berharap Pemerintah dan aparat penegak hukum juga bisa mensosialisasikan hal ini agar tidak terjadi salah paham diantara masyarakat,” harapnya.

Aprizen secara menegaskan, aksi HTI kali ini tidak berhubungan dengan aksi 313 di Jakarta. Ini murni kegiatan HTI seluruh Indonesia.  Hanya saja, katanya, kebetulan waktunya bersamaan.

“Aksi pawai ini tidak ada hubungannya dengan aksi 313 di Jakarta. Kegiatan ini murni langka kita mengkapanyekan bendera Islam kepada masyarakat seluruh Indonesia ini juga merupakankegiatan HTI seluruh Indonesia. Kegiatan selanjutnya, untuk Bengkulu  HTI akan menggelar  Tabligh Akbar di Mesjid Agung At-Taqwa Kota Bengkulu 9 April mendatang,” pungkasnya. (sam)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY