KPI Pusat: Media Massa Jangan Terbawa Arus Politik

KPI Pusat: Media Massa Jangan Terbawa Arus Politik

61
BERBAGI

Gubernur Buka Agenda Harsiarnas dan Rakornas KPI

RBO, BENGKULU – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis,Ph.D meminta seluruh media massa tidak terbawa arus politik. Pasalnya, jika media massa seperti lembaga penyiaran terbawa arus politik maka akan kehilangan kepercayaan atau distrust dari publik.

Hal ini disampaikan Yuliandre saat kata sambutannya pada pembukaan agenda Harsiarnas ke-84 dan Rakornas KPI yang dipusatkan disalah satu hotel di Kota Bengkulu, Jumat kemarin (31/3).

“Prinsip independensi dan netralitas atau bersikap adil dan proporsional seharusnya dikedepankan dalam lembaga penyiaran,” tegasnya, kemarin.

“Lembaga penyiaran harus memperkuat ketahanan nasional dan budaya dalam rangka memperkuat identitas kebangsaan dalam percaturan globalisasi,” tambahnya.

Dijelaskan Yuliandre, realitas teknologi, komunikasi dan informasi yang melanda dunia telah membentuk masyarakat informasi. Akibatnya, terpaan informasi datang silih berganti dari dalam dan luar negeri.

“Penyiaran dan penyebaran informasi mempunyai orientasi kepentingan. Informasi disebarkan melalui media massa TV, Radio, online dan koran, mempengaruhi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskannya, lebih lanjut, bangsa Indonesia tidak terlepas dari terpaan tsunami informasi yang dahsyat. Penyebaran ideologi-ideologi yang berasal dari luar negeri dapat disusupi melalui informasi yang terkadang tidak sesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara, serta tidak sejalan dengan kemajukan Pancasila dan UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ditengah kuatnya arus global melalui media massa, media penyiaran Indonesia masih banyak yang harus diselesaikan. Rancangan UU Penyiaran nomor 32 tahun 2002 yang belum selesai sampai detik ini, ” jelasnya.

Disisi lain, status dan anggaran kelembagaan KPI Daerah yang belum tegas, sehingga timbul banyak hoax. ‘’ Dan informasi yang menyebarkan kebencian, merebak di ruang publik. Belum lagi program siaran yang dilakukan oleh TV masih di dominasi oleh kepentingan ekonomi. Yakni kepentingan rating dan share. Kedepan kita berharap semua harus kembali ke orientasi awalnya,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH saat membuka agenda Harsiarnas ke-84 dan Rakornas KPI kemarin menyampaikan terkait keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Bengkulu yang akan dikembangkan kedepannya. Diantaranya, keunggulan wisata, potensi agro, potensi maritim, serta potensi pertambangan dan energi.

“Namun semuanya belum dapat dikelola dengan maksimal. Sekarang Bengkulu masih menjadi provinsi tertinggal di bagian barat Indonesia,” tegas Gubernur.

Ditambahkan dia, Bengkulu merupakan potret ketimpangan pembangunan nasional. Sehingga ia berharap dengan adanya agenda Harsiarnas dan Rakornas KPI di Bengkulu secara langsung dapat memberikan solusi dan penyelesaian semua permasalahan di Bengkulu. Utamanya terkait masalah penuntasan kemiskinan dan ketertinggalan di Bengkulu.

“Semoga dengan adanya Harsiarnas ke-84 dan Rakornas di Bengkulu dapat memberikan dampak positif yang menghasilkan penyiaran yang sehat dan berkualitas di NKRI, khususnya di Provinsi Bengkulu,” pungkasnya. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY