AKP Dian Matusia Chandra S.Ik, Polwan Cantik Jelita dan Pemberani

AKP Dian Matusia Chandra S.Ik, Polwan Cantik Jelita dan Pemberani

212
BERBAGI
AKP Dian Matusia Chandra S.Ik

RBO, BENGKULU – Perempuan zaman sekarang salah jika dipandang hanya bisa bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga IRT. Pasalnya Kapolsek Ratu Agung Kota Bengkulu, AKP Dian Matusia Chandra S.Ik lulusan Akpol angkatan tahun 2006 yang dulu juga seorang Polwan cantik jelita dan anggun.

Setelah lulus Akpol dan ia juga mengikuti Pelatihan/Kejuruan setelah menjalani Pelatihan Kejuruan Ia meraih Kepangkatan Ipda 15 Desember 2006, Iptu 02 Januari 2010. Kemudian meraih AKP 01 Januari 2012.

“Saya setelah lulus Akpol dan PTIK saya juga mengikuti pelatihan-pelatihan Kejuruan. Dengan berbagai tanggungan, ada senang dan juga ada susahnya,” terang Ibu cantik yang dikaruniai 1 orang anak ini kemarin.

Ia mulai merintis karirnya pada tahun 2007 menjadi Kepala KSKP Polres Lombok Barat. Di instansi yang sama dirinya juga pernah menjadi Kanit PPA di Polres itu. Waktu terus berjalan karirnyapun terus melonjak secara perlahan dan menjadi Pamin Sat OPS I di Polda NTB pada tahun 2009. Kemudian selanjutnya pada tahun 2011-2012 dia menjabat sebagai Police Advicer atau (Polri PBB) di Sudan dan Sudan Selatan. Tak hanya itu, pada tahun 2014 dirinya juga pernah menjabat sebagai Panit II Unit II Dit Reskrimum Polda NTB setelah satu tahun menjabat di Polda NTB dirinya dipindahkan ke Polda Bengkulu pada tahun 2015 menjabat sebagai Kanit di Polda Bengkulu. Seiring dengan bulan berganti bulan begitupun juga dengan tahun, akhirnya dirinya pada 28 Maret 2016 menjabat sebagai Kapolsek Ratu Agung Kota Bengkulu hingga sekarang.

“Kalau perjalanan karir memang jauh. Namun bagaimanapun itu tetap selalu bersyukur. Dari 28 Maret 2016 hingga sekarang saya sudah terhitung satu tahun menjabat sebagai Kapolsek di Ratu Agung ini. Selagi diberi kepercayaan saya selalu menjaga amanah kepercayaan tersebut. Yang paling berat adalah amanah. Oleh karena itu saya sebisa mungkin tidak akan mengecewakan atasan. Begitupun dengan bawahan saya,” ungkap Ibu yang merupakan keturunan darah Minang ini.

Selama menjabat sebagi Kapolsek Ratu Agung ini dirinya sebisa mungkin mengatur waktu jam kerja dan jam untuk berkumpul dengan keluarga. Baginya, kerja tak lain untuk keluarga. Jam dinas dan jam kerja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dan sebisa kmungkin. Sejak berkeluarga dirinya tak pernah meninggalkan tugas yang namanya tugas dinas tetap dijalani bagaimanapun itu.

“Saya kalau ada kejadian apa-apa saya selalu siap turun lapangan. Bisa dibayangkan, ketika saya asyik berkumpul dengan keluarga tiba-tiba ada suatu kejadian yang menggegerkan, saya tinggalkan keluarga. Saya lanjutkan bertugas sebagai seorang Polisi dan juga sebagai aparat negara ini. Intinya, harus bisa menghargai waktu. Bagi saya waktu adalah segala-galanya. Bisa dibayangkan saya pernah diwaktu hamil besar saya mendaki gunung ikut pengungkapan kasus. Semua bisa dibayangkan,” sampainya ke RADAR BENGKULU saat ditemui diruang kerjanya kemarin.

Selama di Polsek Ratu Agung ini lanjut Polwan cantik itu, dirinya juga pernah mengungkapkan berbagai macam kasus. Mulai dari Curanmor, tindak pidana kekerasan hingga pembunuhan, hingga peredaran Narkoba.

“Kalau penanganan kasus cukup selama disini cukup banyak mengungkap kasus curanmor. Secara detil saya tidak tahu, mungkin ada puluhan. Pembunuhan Hayani di awal tahun 2017 kemarin. Untuk kasus Narkoba juga terbilang cukup ada pengungkapan selama di Polsek Ratu Agung ini,” katanya. (cw5)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY