Kemiskinan & Ketertinggalan Masih Jadi Permasalahan utama

Kemiskinan & Ketertinggalan Masih Jadi Permasalahan utama

BERBAGI
Wagub Rohidin Mersyah

Wagub: Kita Selesaikan dengan Berbagai Upaya

RBO, BENGKULU – Kemiskinan dan ketertinggalan masih menjadi permasalahan yang utama bagi Provinsi Bengkulu. Pasalnya, meski pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan ketiga tahun 2016 tumbuh sebesar 5,619 persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,02 persen, namun pendapatan perkapita Provinsi Bengkulu tahun 2015 sebesar 26,8 juta rupiah yang merupakan terendah kedua di Sumatera dan urutan ke delapan terendah secara nasional.

“Dari sisi kemiskinan dan ketertinggalan, angka kemiskinan provinsi sudah menembus angka 17,32 persen, melebihi angka kemiskinan nasional yang bertengger pada angka 10,86 persen, peringkat pertama tertinggal se-Sumatera dan peringkat tertinggi ke enam secara nasional,” terang Wagub Rohidin Mersyah.

Tingginya angka kemiskinan tersebut, lanjutnya, disebabkan angka pengangguran terbuka di Provinsi Bengkulu yang mencapai 3,33 persen. Walaupun lebih rendah pada angka pengangguran nasional 5,61 persen, namun kualitas tenaga kerja yang masih rendah.

“Ada penurunan pada Agustus 2015 sebesar 4,9 persen. Namun secara kualitas, tenaga kerja masih cukup rendah. Ini ditandai dengan tingkat pendidikkan tenaga kerja SLTA kebawah masih di angka 84,4 persen,” jelasnya.

Ditambahkan, hal inilah yang menjadi pemicu kemiskinan. Disamping itu juga, diakibatkan masih banyaknya desa yang tertinggal. Dimana ada 653 desa miskin atau 48,62 persen dari total desa di Provinsi Bengkulu.

“Provinsi Bengkulu terus berjibaku untuk mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan, dengan berbagai upaya. Seperti pembangunan infrastruktur strategis, serta peningkatan sumber daya manusia,” tutupnya. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × 3 =