Tak Salat di Mesjid, Tak Berjilbab = Antipancasila

Tak Salat di Mesjid, Tak Berjilbab = Antipancasila

AGUS/RBO: Walikota Helmi Hasan, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslina, dll saat mengisi Dialog Kebangsaan KAMMI Daerah Bengkulu, kemarin (2/4).
BERBAGI:

Walikota: Kembali ke Kitab Suci, Tidak Ada Pertumpahan Darah

RBO, BENGKULU – Walikota Bengkulu H.Helmi Hasan, SE mengatakan, jika seluruh agama kembali ke ajaran kitab sucinya masing-masing, maka tidak akan ada pertumpahan darah atas nama agama.

Hal ini disampaikan Walikota saat menjadi narasumber agenda Dialog kebangsaan dengan tema “Nilai-nilai Pancasila dalam Memaknai Toleransi Antar Umat Beragama” yang digelar oleh KAMMI Daerah Bengkulu dalam rangka peringatan Milad ke-XIX” di aula Pola Bappeda Kantor Gubernur Bengkulu, Minggu kemarin (2/4).

Selain Walikota, agenda Dialog Kebangsaan yang dipandu oleh dosen Fisip Unib Alimansyah, M.PA kemarin juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, yakni anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslina, S.Sos, Ketua FKUB H. Muktaridi Baijuri, Pengurus Pusat KAMMI Romidi Karnawan, Perwakilan Korem, David Suhardi, dan Perwakilan Rektor Unihaz Bengkulu.

“Kita melihat Dr.Zakir Naik membedah hampir seluruh kitab suci. Kalau kembali ke kemurnian kitab suci, kitab suci adalah wahyu tulisan langit, hari ini kenapa sulit sekali duduk satu meja, sulit sekali menyayangi, menolong, karena distorsi terhadap agama itu semakin besar,” tegas Helmi, kemarin.

“Kembali kan Pancasila seutuh-utuhnya, pertama adalah silah Ketuhanan Yang Maha Esa, seperti Islam bagaimana mengamalkan Pancasila, hanya ada satu cara dengan mengamalkan ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Siapa lelaki yang tidak salat di mesjid sesungguhnya dia anti Pancasila. Siapa dia wanita muslim yang tidak pakai jilbab dia anti Pancasila,” tambahnya.

Sementara itu, menurutnya, masyarakat sekarang ini mulai kurang mengamalkan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun cenderung lebih bersifat hedonis dan materialis.

“Bagi sebagian orang ukuran-ukuran kesuksesan seseorang diukur pada dunia, yang diinginkan oleh pendiri negara ini sebenarnya adalah bagaimana sila-sila selanjutnya itu diwarnai oleh sila pertama Believing of God, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslina, S.Sos berharap, kader KAMMI dapat terus ikut aktif berkontribusi dalam rangka menyelesaikan permasalahan lokal dan nasional saat ini.

“Banyak masalah yang melanda kita sekarang ini, seperti ada pengamat mengatakan bahwa permasalahan anak-anak lebih besar dari Tsunami Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, untuk di Bengkulu sendiri cukup banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Seperti kasus perceraian yang tinggi di Bengkulu.

“Kota tertinggi perceraian karena istri yang menggugat. Kami sekarang tengah merancang Perda Ketahanan Keluarga, karena keluarga merupakan latar belakang tinggi tingkat perceraian, kami minta dukungan dari KAMMI dan Ormas Islam lainnya, doakan masa sidang ke 2 atau ke 3 tahun 2017 ini sudah diketuk palu,” jelasnya.

“Generasi penerus harus terus belajar, kalau kata rasulullah didik anak sesuai zamannya, tingkat inses dan seks terhadap anak sangat tinggi di Bengkulu, kami juga sedang merancang aturan terkait perlindungan terhadap anak, OKP harus mendukung,” tambahnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pihaknya tahun 2018 juga akan kembali mengusulkan rancangan terkait aturan zakat yang ditolak tahun ini.

“Potensi zakat profesi PNS Provinsi itu cukup besar yakni Rp 3,6 milyar, ini terus kita perjuangkan. Zakat dapat membantu menyelesaikan permasalahan sosial,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KAMMI Daerah Bengkulu M.Sobri, S.Pd mengatakan, tujuan digelarnya agenda Dialog kebangsaan dengan tema “Nilai-nilai Pancasila dalam Memaknai Toleransi Antar Umat Beragama untuk semakin menjaga keutuhan NKRI.

“Bangsa kita sekarang ini tengah banyak mendapat ujian berbau SARA, makanya perlu adanya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dalam memaknai toleransi antar umat beragama agar tidak terjadi perselisihan,” pungkasnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

1 × 5 =