Lagi, Bengkulu Raih Penghargaan Nasional

Lagi, Bengkulu Raih Penghargaan Nasional

45
BERBAGI

RBO, BENGKULU – Pada malam peringatan Hari Siaran Nasional (HASIARNAS) ke 84 kemarin, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan 3 penghargaan kepada pemerintah, NGO dan tokoh yang peduli terhadap dunia penyiaran.

Sementara itu, Pemprov Bengkulu sendiri berhasil meraih penghargaan sebagai mitra KPI Pusat yang mendukung penyiaran sehat di Indonesia.

Disisi lain, dua penghargaan lainnya, diraih PR2P3 sebagai NGO yang aktif dan konsisten dalam pengawasan & penyadaran penyiaran yang sehat, serta Prof.Dr.Sansa Juansa (alm) sebagai tokoh yang aktif mendukung kedaulatan penyiaran Indonesia.

Sementara itu, dalam Hasiarnas ke 84 kemarin, Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH memaparkan kondisi Bengkulu yang jauh tertinggal dari provinsi-provinsi lainnya di pulau Sumatera.

“Bengkulu adalah potret ketimpangan pembangunan nasional. Saat ini Bengkulu mungkin menjadi beban bagi pemerintah pusat, ke depan, kami akan membuktikan bahwa kami bisa memberikan kontribusi besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sampai Gubernur di depan Menteri Kominfo Rudiantara, Ketua KPI Pusat dan beberapa stakeholder penyiaran yang hadir.

Disisi lain, secara khusus, Gubernur melalui Mentri Kominfo juga meminta pada pemerintah pusat, agar ikut membantu memecahkan permasalahan di Provinsi Bengkulu. Selain memaparkan problem kemiskinan dan ketertinggalan, Ridwan Mukti juga menjelaskan, saat ini Bengkulu memiliki semangat dan harapan besar menjadi lebih baik.

“Kami sadar, tidak cukup hanya mengeluh, kami harus mengoreksi diri dan introspeksi, kami telah komitmen tidak korupsi, kami juga komitmen melaksanakan tata kelola pemerintah yang bersih dan profesional, berbasis IT dan berorientasi pada e goverment. Namun semuanya tergantung sama pak Rudiantara (Menteri Kominfo-red), bagaimana tidak lagi ada blank spot area di Provinsi Bengkulu,” tegasnya.

Menurutnya, di Bengkulu masih banyak area tidak terjangkau signal atau blank spot. Hal ini menurut RM, sapaan akrab Ridwan Mukti, cukup mempersulit para insan penyiaran, baik televisi maupun media elektronik lainnya. (ags)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

six + two =