Polisi Tangkap Wanita Gembong Narkoba

Polisi Tangkap Wanita Gembong Narkoba

BERBAGI

Sabu 14 Gram, Rencana Dibawa ke Tahanan

RBO, BENGKULU – Jajaran Resnarkoba Polda Bengkulu berhasil mengamankan satu jaringan gembong narkoba. Menariknya dalam tangkapan tersebut, anggota mengamankan satu wanita berjilbab yang diduga merupakan pengedar sabu yang diantarkan ke tahanan Resnarkoba Polda Bengkulu. Penangkapan berawal dari tertangkapnya Th di kediamannya, awal bulan Maret yang merupakan anggota Brimob. Dalam berita acara pun, tersangka berinisial Ev (29) warga Perumahan Depsos Blok No 21 Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu ini kerap mengunjungi Th ke tahanan Polda Bengkulu.

Direktur Resnarkoba Polda Bengkulu AKBP Imam Sachroni melalui Wadir Resnarkoba Polda Bengkulu AKBP Supriadi didampingi Kanit I Subdit I Ditresnarkoba Polda Bengkulu Kompol Milan Aziz dan Kapenmas Polda Bengkulu Kompol Mulyadi menerangkan tertangkapnya wanita berhijab ini diduga membawa sabu seberat 14 gram, ketika mengunjungi tahanan Polda Bengkulu Selasa (21/03) lalu.

“Kita amankan Ev ini terungkap dari tersangka yang sudah ditahan di Mapolda Bengkulu sebelumnya. Barang bukti yang berhasil kita amankan sebanyak 14 paket sabu. Kita mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki sabu ini. Namun akan kita selidiki kembali yang bersangkutan ke tahanan kita. Disana kita tangkap, hasilnya dalam tas kita temukan sabu itu,” terangnya kemarin Senin (03/04) saat jumpa pers. Keterkaitan Th dengan Ev, dikarenakan keduanya merupakan sepasang kekasih. Selain itu, barang yang didapat oleh Th kebanyak berasal dari Ev yang merupakan pengedar gembong di Kota Bengkulu. Untuk memastikan barang tersebut dibawa ke ruangan tahanan Mapolda Bengkulu, pihaknya akan melakukan penyelidikan kembali.

“Ini memang belum diketahui akan diberikan oleh siapa ke tahanan kita. Dari hasil tangkapan awal dari pengakuan Th (anggota brimob), barang itu memang didapatkan dari Ev ini. Kita akan kembangkan kembali nanti,” tambahnya.

Jaringan Lapas

Dari pengakuan Ev, dirinya pun ikut terlibat dari jaringan Lapas Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu. Dimana barang haram itu juga dipesan oleh beberapa napi disana. Terkait hal ini, anggota masih memerlukan alat bukti yang lengkap. Upaya penyadap dalam komunikasi diperlukan oleh pihaknya, guna memastikan peredaran barang haram tersebut.

“Jaringan lapas masih kita dalami, dari hasil cloning (menyadap) Handphone nanti akan kita cross. Apa alibi dia saja agar terlibat orang lain atau bagaimana,” imbuhnya.

Mantan Sales Kia Mobil, Dijual Untung Dua Kali Lipat

Ev merupakan warga asal Sumatera Selatan Kota Palembang. Dirinya saat ini sudah menjanda dua anak. Sudah empat tahun, dirinya berhenti berkerja sebagai sales mobil di PT KIA Mobil Indonesia. Sejak berhenti berkerja, dirinya mulai menjual barang haram itu. Dirinya pun mengakui memakai sabu setiap hari, jika dirinya berkeinginan. Dari pengakuan Ev, memakai sabu tidak berdampak candu kedalam tubuh.

“Itu untuk tubuh agar bersemangat. Jujur saya memakai, sejak berhenti berkerja. Sesudah makan saya rutin memakai 5 kali shoot. Saya pun tidak candu dalam tubuh,” terangnya.

Dalam transaksi penjualan, dirinya kerap mendapatkan hasil dua kali lipat. Untuk sabu yang dijual 1 gram, dihargai dengan Rp 700 ribu. Namun dirinya jual dapat mencapai Rp 1 juta. Pemakai yang hendak membeli pun berhubungan secara berkomunikasi via handphone.

“Untuk hasil relatif, bisa dua kali lipat. Untuk transaksi jarang saya ketemu langsung dengan orangnya, biasanya pakai peta. Juga menghubungi saya jika memang berminat,” ungkapnya.

Selain 14 sabu, anggota juga mengamankan handphone dan alat timbangan. Ev dikenakan pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five − 4 =