Dewan Dukung Wacana Pengembangan Kopi

Dewan Dukung Wacana Pengembangan Kopi

BERBAGI
Ilustrasi

RBO, BENGKULU – Wancana Pemprov Bengkulu untuk mengembangkan pengelolaan komoditi kopi sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat menuai tanggapan dari anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Ramli. Menurutnya, terkait masalah ini Pemprov jangan sekadar omong doang (Omdo). Tetapi harus dibuktikan. Supaya masyarakat, terutama petani kopi bisa sejahtera.

“Tidak bisa diragukan lagi. Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Bengkulu, dan kita sangat mendukung jika Pemprov memiliki wacana untuk mengembangkan pengelolaan kopi tersebut. Sehingga berpengaruh positif terhadap tingkat ekonomi masyarakat. Hanya saja hal itu jangan sekadar omongan belaka,” ungkap Ramli.

Pemprov, lanjutnya, hanya sibuk terus mengumandangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan memberantas kemiskinan. Tapi realisasinya sampai sekarang belum ada. “Buktinya saja seperti petani kopi, hingga saat ini sangat minim perhatian. Giliran petani sawit dan karet selalu diperhatikan,” sesalnya.

Misalnya, sambung Ramli, petani sawit dan karet pasti selalu dapat bantuan bibit ataupun pupuk bersubsidi. Sedangkan petani kopi mana ada. “Fakta sedemikian sebenarnya sangat timpang. Belum lagi kondisi infrastruktur yang dihadapi para petani kopi. Seperti yang dialami petani kopi daerahnya di Kecamatan Muara Kemumu,” beber Ramli.

Dimana, dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan, untuk ongkos angkut saja tidak sedikit yang harus dikeluarkan petani untuk mengangkut komoditi kopi dari areal perkebunan. “Saat ini ongkos angkut kopi Rp 1.600 per Kg. Tapi kalau jalan dibuat pengerasan saja palingan ongkos angkut hanya Rp 200 per kg,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan demikian kalau ada perhatian pemerintah disektor infrastruktur saja, berapa pengiritan ongkos angkut. “Jika dirata-ratakan masing-masing petani itu bisa menghasilkan kopi 5 ton tiap panen, sudah mencapai Rp 7 jutaan pengiritan biaya ongkos angkut. Makanya kita meminta pemerintah itu perhatian kondisi petani kopi. Jangan sekadar wacana saja,” kata politisi PKB tersebut. (idn)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 4 =