Komisi 2 Sidak Tiga Laporan Masyarakat

Komisi 2 Sidak Tiga Laporan Masyarakat

58
BERBAGI
ARI/RBO: Rombongan komisi II DPRD Kota saat meninjau sejumlah lokasi yang dilaporkan masyarakat.

RBO, BENGKULU – Rombongan komisi 2 DPRD Kota Bengkulu, kemarin mendatangi sejumlah tempat guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Lokasi pertama yang didatangi yakni Jalan Suka Maju kelurahan Muara Dua RT 4, disitu warga mengeluhkan soal adanya dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan salah seorang warga.

Menurut laporan warga yang masuk ke komisi II DPRD Kota, bahwa ada lahan yang sejatinya telah dihibahkan untuk pembuatan jalan. Namun sejak tujuh tahun terakhir, telah berdiri satu bangunan permanen yang sebagian bangunan berdiri di atas tanah hibah.
Ketua komisi II Baidari Citra yang memimpin sidak menyampaikan bahwa, keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti dengan memanggil para pihak yang memahami sejarah tentang lahan tersebut. “Kita datang kesini ingin memastikan laporan warga soal lahan hibah yang telah berdiri bangunan, kita tidak bisa langsung tuntaskan permasalahan di lapangan. Kita panggil pihak berkompeten, seperti BPN, mantan Camat, Lurah dan sejumlah warga. Kita cocokan surat surat yang ada, sehingga nanti ketahuan, siapa yang berhak atas tanah,” sampai Baidari.

Sementara itu, warga yang disebut membangun bangunan di atas tanah hibah, Ujang Moris membantah semua tuduhan masyarakat. Dikatakan Ujang bahwa dirinya memiliki sertifikat atas tanah.

“Silakan cek dan ukur, kalau saya serobot lahan, saya akan bongkar sendiri bangunan ini,” tegas Dia.

Sejumlah dewan kota yang hadir saat sidak, Iswandi Ruslan, Indra Sukma, Zulaidi, Rafika, Saur Manalu, Hotman, Awaludin dan Mardensi langsung meredam suasana yang mengarah ke keributan. Usai disepakat ada pertemuan lanjutan, para wakil rakyat ini langsung menuju ke laporan warga selanjutnya.

Rombongan dewan langsung menuju jalan Semarak RT 13 kelurahan Padang Serai. Disitu anggota komisi II mendapati keluhan soal rusaknya akses jalan lingkungan. Menurut warga sekitar, usulan perbaikan jalan sudah dimasukan berulang kali. “Kondisi jalan rusak ini menurut warga sudah berlangsung lima tahun. Namun sayangnya, pihak PU Kota tak ikut kita sidak, sehingga kita tidak bisa mengkonfirmasi secara langsung apakah jalan semarak ini masuk dalam perencanaan tahun 2017,” sampai Baidari.

Lokasi terakhir yang ditinjau yakni banyaknya lampu jalan di Kelurahan Sawah Lebar yang rusak. Namun lucunya, sejumlah dewan terkejut melihat bahan dasar tiang yang sangat rapuh dan sejumlah baut sangat mudah dilepas. “Tiangnya kosong dan sepertinya memang rapuh, baut baut cepat sekali berkarat dan lepas. Kalau seperti ini kondisi materialnya, ya saya kira wajar cepat rusak. Tapi lagi lagi, kita tidak bisa konfirmasi langsung, karena PU tak ikut sidak,” tutup Dia. (lay)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY