Pengawas: Proyek Sesuai Kontrak & Didampingi TP4D Kejati

Pengawas: Proyek Sesuai Kontrak & Didampingi TP4D Kejati

BERBAGI
Ikrok/RBO: Konsultan Pengawas Proyek jalan Kepahiang-batas Sumsel dengan anggaran Rp 6.8, tahun 2016, saat dimintai klarifikasi terkait pekerjaan yang diduga terindikasi merugikan negara, Selasa (04/04), siang.

Arief: Tidak Jamin Pekerjaan Bersih

RBO, KEPAHIANG – Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepahiang melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT. Surya Alnusa Mandiri (SAM) Sobari dan konsultan pengawas M.Rohman dalam pekara dugaan korupsi pembangunan jalan Kepahiang-batas Sumsel dengan anggaran Rp 6.8 Miliar, tahun 2016, Selasa (04/04).

Data terhimpun Direktur PT. Surya Alnusa Mandiri (SAM) Sobari (kontraktor) dan konsultan pengawas M. Rohman, dianggap mengetahui peristiwa yang terjadi selama proyek jalan tersebut saat itu. Karena penyelidik mendapat laporan adanya dugaan melawan hukum yang terjadi, maka penyelidik meminta keduanya memberikan keterangan sehingga bisa membuat terang dugaan terjadi. Keduanya diperiksa diruang berbeda selama 6 jam, dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang H. Wargo, SH, melalui Kasi Pidsus Arief Wirawan, SH, MH, mengungkapkan kedua saksi selama dalam pemeriksaan ditanyakan seputar proyek yang dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Adapun pertanyaan dilontarkan penyelidik kurang lebih 20 pertanyaan.

“Pertanyaan berkaitan dengan perkerjaan dilapangan, kenapa jalan bisa bergeser, kenapa trotoarnya bisa bergeser, kenapa pelapis tebingnya bisa roboh, ya seputar itulah,”ujar Arief diruang kerjanya, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua saksi, Arief mengatakan belum bisa mengambil kesimpulan apakah pekerjaan jalan dimaksud terindikasi mark up atau lainnya yang menyebabkan merugikan uang negara.

“Kita lihat dulu hasilnya pemeriksaan masih berlanjut, nanti dari keterangan kedua saksi, kita baru simpulkan siapa saksi lain akan diperiksa,”ungkapnya.

Saat jam istirahat siang RADAR BENGKULU berusaha meminta keterangan kepada kontraktor tetapi yang bersangkutan langsung berjalan menuju mobil. Tetapi RADAR BENGKULU berhasil mewancarai Konsultan Pengawas M. Rohman. Pada pokoknya konsultan pengawas mengatakan proyek jalan jalan Kepahiang-batas Sumsel dengan anggaran Rp 6.8 M, itu sudah sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Pekerjaan sudah mengaju pada KAK,”ungkap Rohman.

Lalu saat ditanyakan terkait pengawasan yang dilakukan, Rohman, menegaskan pekerjaan sudah sesuai dengan Adendum perjanji yang disepakat antar kontraktor dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu.

“Pengawasan kita pekerjaan sudah sesuai Adendum, volume yang terpasang sekarang sudah sesuai,”ungkapnya.

Selanjutnya terkait dengan adanya pekerjaan yang sudah hancur atau retak, Rohman mengatakan masih tangungjawab kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Sekarang masih masa pemeliharaan selama 180 hari, sekarang ini masih pemeliharan,”tuturnya.

Tetapi, Rohman menganggap wajar bila masyarakat ada pekerjaan kurang baik lalu melaporkan kepada penegak hukum. Hal ini lanjut perlu diberikan klarifikasi sehingga bisa dugaan dimaksud bisa terang.

“Wajar, karena orang awam melihatnya, ngapa begini, ngapa begitu, makanya kita jelaskan biar terang,”ucap Rohman.

Selaku konsultan pengawas pihaknya tidak akan berani memberikan rekomendasi pencarian 100 persen, apabila pekerjaan tidak diukur sesuai dengan standar berlaku.

“Tetapi perlu dipahami skala prioritas kita dalam pekerjaan ini adalah pekerjaan jalan bukan trotoar,”sampainya.

Makanya saat dilakukan Opnal semua sudah diukur, karena pekerjaan tersebut sudah kerjasama dengan TP4D Kejati Bengkulu. Maka Opnam melibatkan tim TP4D.

“Opman kita bersama, diukur disaksi bersama-sama, bahkan TP4D juga ada, kita kerjasama dengan TP4D Kejati, saksi ahli Jarwoto juga ada,”tutupnya.

Menanggapi proyek tersebut sudah didamping tim TP4D Kejati Kepahiang Kasi Pidsus Kejari Kepahiang angkat bicara. Menurut Kasi Pidsus TP4D tidak menjamin pekerjaan dilakukan bersih dari praktek nakal para pelaku usaha.

“TP4D tidak menjamin pekerjaan itu berjalan dengan benar, tetapi TP4D bertugas untuk melakukan pengawasan saja,”tegas Arief.

Untuk diketahui pekerjaan proyek pembangunan jalan Kepahiang-batas Sumsel senili Rp 6.883.319.200 tahun 2016 lalu, pekerjaan Bidang Bina Marga Dinas PU Provinsi Bengkulu dengan kontraktor dari PT. Surya Alnusa Mandiri. Sebelumnya penyelidik kejari telah melakukan pemeriksaan terhadap pengawas internal PU Gusmiadi. (Izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

thirteen + one =