Samisake Modal Rp 13,6 M Kini Menjadi Rp 40 Miliar

Samisake Modal Rp 13,6 M Kini Menjadi Rp 40 Miliar

68
BERBAGI
samisake

Dipertanyakan Dewan Kok Bisa?

RBO, BENGKULU – Dalam rapat dengar pendapat (Hearing,red) Ketua Komisi Tiga DPRD Kota Bengkulu, Sudisman, secara tegas mempertanyakan statmen Walikota H Helmi Hasan, SE dalam musrenbang beberapa waktu lalu. Terutama terkait, Walikota menyampaikan dana Samisake dari modal Rp 13,6 Miliar menjadi Rp 40 miliaran.

“Saya simak baik baik video pidato Walikota dalam musrebang itu, video tersebut dikirim lewat media youtube. Saya simak, disitu Walikota sebut samisake menjadi Rp 40 miliar. Saya kaget, itu hitung hitungannya seperti apa. Kata kata ‘menjadi’ itu apakah berarti ada penambahan? Maka kita komisi 3 panggil dinas terkait dari pemerintah untuk minta keterangan lebih lanjut,” sampai Sudisman.

Menurut Sudisman, dana yang dianggarkan untuk samisake Rp 13,6 miliar sekira empat tahun lalu itu, sejatinya tak mungkin bertambah. Jikapun dana itu ketika digulirkan ke masyarakat, dan ada pengembalian lebih sebesar 0,5 persen dari masyarakat. Maka menurut Dia, penambahan dana Samisake tak mungkin tembus Rp 40 miliar.

“Bunga 0,5 persen itu malah untuk operasional LKM katanya. Dengan demikian, sudah jelas tidak ada penambahan Samisake. Sejatinya dana Rp 13,6 miliar itu hanya berputar putar dari penerima manfaat satu ke penerima manfaat lainnya, dan kembali ke LKM dengan jumlah yang sama. Bahkan besar kemungkinan ada yang tidak kembali, artinya kalau berkurang bisa saja terjadi. Tapi saya yakin, ada komunikasi terputus antara pak Wali dengan pejabat Pemkot, mungkin ada penjelasan yang tak disampaikan secara detil ke pak wali,” sampai Dia.

Lebih jauh disampaikan bahwa sejauh ini, Dia juga masih sepakat bahwa sebelum perda nomor 12 tentang Samisake direvisi, terlebih dahulu baiknya pemerintah kota usulkan anggaran untuk pembentukan tim audit independen.

“Tujuannya agar kita tahu, apakah penyaluran Rp 13,6 miliar itu tepat sasaran apa tidak, agar kita tahu apa sih hambatan di lapangan, dan berapa yang tidak tertagih. Setelah itu, baru kita bicara revisi Perda samisake,” tutup Dia.

Terpisah Kepala Dinas Koperasi Eddison didampingi Kepala UPTD Samisake David menyampaikan bahwa sebenarnya dana bergulir Samisake tidak sampai 40 miliar rupiah, melainkan terhitung sekira 39, miliar. Dan dijelaskan pula, bahwa benar yang dimaksud bertambah yakni pergulirannya. “memang tetap senilai yang telah dianggarkan diawal, pergulirannya kami hitung sudah 39 miliar rupiah lebih,” sampai Dia.

Dengan pernyataan itu, Suimi Fales, MH yang ikut dalam hearing menambahkan artinya ada yang patut diluruskan ditengah masyarakat. Sebab jangan sampai informasi yang disampaikan ke masyarakat, malah menyesatkan. “Inilah perlunya kita rapat dengar pendapat, agar kita bisa tahu. Saya harap, UPTD dapat diikutsertakan dalam rapat rapat selanjutnya, terutama saat bersama TAPD. Agar arahnya sama,” saran Dia. (lay)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight + seventeen =