Reses Dewan, Warga Minta Realisasi Jalan

Reses Dewan, Warga Minta Realisasi Jalan

BERBAGI
Ikrok/RBO: Koordinator reses Andrian Depandra, SE, saat menyampaikan maksud dan tujuan reses anggota DPRD Kepahiang (06/04).

RBO, KEPAHIANG – Anggota DPRD Kepahiang melakukan reses ke daerah pemilihan (dapil) III, bertempat di Desa Renah Kurung Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang, Kamis (06/04) pagi.

Reses dipimpin langsung oleh koordinator dan merangkap Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Depandra, SE, dan diikuti oleh anggota DPRD dapil III, H. Zainal, S.Sos, Eko Guntoro, Wansyah, Inalia dan Yudianto. Dimana tujuannya untuk menjaring aspirasi dari masyarakat pesisir Kabupaten Kepahiang ini, untuk dimasukan dalam pembahasan dewa saat paripurna. Reses yang digelar selama kurang lebih dua jam ini, dimulai dengan sambutan kepala Desa Ranah Kurung Marwan dan penyampaian maksud dan tujuan oleh koordinator reses. Lalu dilanjutkan dengan sensi tanyajawab yang dipandu oleh H. Zainal, S.Sos. Ada beberapa point yang diharapkan masyarakat kepada anggota DPRD untuk diperjuangkan. Pertama berkaitan dengan akses jalan, kedua pendidikan, dan ketiga terkait status desa mereka yang masih berada dalam kawasan hutan lindung bukit kabah.

Tokoh masyarakat setempat Iwan Dahlan, mengusulkan kepada anggota dewan untuk memperhatikan akses jalan menuju desa mereka. Dimana desa yang ditempat mereka saat ini sudah penuh dengan lubang, apalagi akses jalan menuju ibu kota kecamatan Muara Kemumu.

“Kami meminta akses jalan dari Renah Kurung menuju kecamatan, bisa direalisasikan, sesuai dengan janji bupati saat safari Ramadan beberapa waktu lalu,”ujar Pak Iwan, kemarin.

Harapan pak Iwan, disetujuan oleh seluruh masyarakat yang hadir dalam reses kemarin. Semua masyarakat Desa Renah Kurung pada pokoknya meminta dewan memikirkan dan membahas masalah akses jalan menuju desa mereka.

“Kami berharap masalah jalan ini menjadi perhatian bapak-bapak dewan, khususnya yang dari dapil III,”tuturnya.

Koordinator reses Andrian Depandra, SE, mengerti apa dimaksud masyarakat Desa Ranah Kurung. Kepada masyarakat politisi Golkar ini, mengatakan bahwa akses jalan dari desa Renah Kurung menuju kecamatan sebelumnya pernah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Kepahiang pada tahun 2016 lalu. Tetapi, realisasinya harus dicancel, karena instruksi dari Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA), karena jalan akan dibangun merupakan kawasan hutan lindung.

“Tahun 2016 lalu kita sudah anggarkan peningkatan jalan dari kecamatan ke Desa Renah Kurung sepanjang 2,7 KM dengan anggaran Rp 2,5 Miliar, ditengah jalan kami diperingati agar tidak merealisasikan anggaran tersebut, karena jalan dibangun masuk kawasan TWA Bukit Kabah,”ujarnya pria yang akrab disapa Aan ini.

Lalu ditambahkannya, untuk tertib admistrasi, maka usulan disampaikan oleh masyarakat, akan ditindaklanjut kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Informasinya sudah ada kesepakatan kedua belah pihak terkait kawasan tersebut untuk dibebaskan.

“Tahun 2018 nanti akan kita anggarkan lagi dalam APBD,”tuturnya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Kepahiang dapil III, H. Zainal, S.Sos, dan Eko Guntoro, juga angkat bicara. Politisi PKB dan Gerindra ini, mengatakan akan menampung semua aspirasi masyarakat, dan akan menjadikannya sebagai bahan pembahasan dewan mendatang.

“Semua usulan akan kita tampung dan akan kita bahas di rapat dewan nanti,”ujar Eko Guntoro.

Lalu ucapan Eko Guntoro disambung H. Zainal. Politisi PKB ini meminta kepada masyarakat untuk mendukung semua program yang akan dikerjakan oleh pemerintah. Dalam hal ini jangan melakukan intimedasi dan gangguan lainnya.

“Kami berharap bila pekerjaan dimulai jangan diganggu, sama-sama kita jaga keamannya, bila salah dikit-dikit, dimaklumilah,”harap Zainal. (Izu)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × three =