Peras Angkut Muatan Saimen Bakery, Tiga Warga Skip Ditangkap

Peras Angkut Muatan Saimen Bakery, Tiga Warga Skip Ditangkap

89
BERBAGI
Foto Ilustrasi

RBO, BENGKULU – Jajaran Subdit Jatantras Polda Bengkulu menangkap tiga pria pemeras saat melakukan muatan angkut Saimen Bakery dikawasan Jalan S.Parman Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Anggota menangkap tiga warga Skip, diantaranya berinisial Af (33) warga Jalan Felamboyan 17 RT 17 RW 06, AB (30) Jalan Flamboyan 18 RT 18 RW 08 dan Jn (32) warga Jalan Flamboyan 17 RT 17 RW 06 Kelurahan Kebun Kenanga Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Bermula dari laporan pihak Kepala Gudang Saimen Affandy Semuel Bolang (41) warga Kepulauan Riau, Jumat (07/04) lalu. Ketiga pria tersebut kerap memeras pihak Saimen Bakery saat hendak melakukan operasi muatan barang. Dalam tahun ini terhitung sudah sebanyak tiga kali.

Dari pengakuan para tersangka, dalam aksinya awal bulan Maret menerima uang sebesar Rp 300 ribu. Setelah itu, akhir bulan Maret menerima kembali uang Rp 750 ribu. Akhirnya timsus Jatanras Polda Bengkulu melakukan pengintaian, hingga berhasil tertangkap tangan ketiga pria tersebut menerima uang sebesar Rp 750 ribu, Sabtu (08/04) sekira pukul 00.30 Wib lalu.

Direktur Reskrim Umum Polda Bengkulu, Kombes Pol A Rafik melalui Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu AKBP Max Mariners, mengungkapkan, dalam aksinya ketiga pria tersebut memeras dengan modus memakai nama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Sehingga pihak Saimen Bakery, wajib memakai muatan barang atas nama SPSI. Namun apabila pihak Saimen, tidak memakai SPSI, maka wajib membayar kompensasi.

“Dari pengakuan masyarakat, memang para pelaku kerap meminta uang. Makanya kami mencoba masuk kesana, dan menangkap ketiga tersangka ini dengan operasi tangkap tangan pungli,” terang Max kemarin Minggu (09/04) di Mapolda Bengkulu.

Sementara itu, ketiga pria ini sudah sering melancarkan aksinya. Kendati demikian, Max belum banyak komentar sejak kapan ketiganya ini mulai beraksi “Ini sudah kesekian kalinya, dana kompensasi tidak mutlak. Tidak ada kewajibannya, jika ada kerusakan siapa yang akan mengganti. Sehingga harus ada pihak yang bertanggung jawab. Pastinya kasus ini akan kita kembangkan terlebih dahulu,” tutup Max.

Akibat perbuatan tersebut ketiga tersangka dikenakan Pasal 368 dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY