Senja Indah di Perkebunan Teh Kabawetan

Senja Indah di Perkebunan Teh Kabawetan

BERBAGI

ALAM memberikan banyak keindahan bagi manusia. Deretan keindahan terpancar dari alam dipelosok dunia ini akan memberikan kesan tersendiri bagi setiap insan. Alam akan memberikan kenangan terindah dan cerita untuk massa kini dan massa depan. Hal sama terdapat dari hamparan hijau perkebunan teh Kabawetan Kabupaten Kepahiang. 

Disini kita bisa menyaksikan padang luas perkebunan yang hijau, sembari menunggu sore dari ketinggi. Bila beruntung dan cuaca cerah akan ditemukan cahaya merah dari ufuk barat. Itulah cahaya matahari terbenam yang sering disebut-sebut Sunset.

Ikrok Usman – Kepahiang

JAM menujukan pukul 16.00 WIB, seorang teman datang dan mengajak menghabiskan sore diperkebunan teh Kabawaten Kepahiang. Katanya dari ketinggian perkebunan kita bisa melihat matahari terbenam dan area perkebunan akan nampak memerah karena percikan cahayanya. Walau pulang kerja, rasa penasaranpun mendorong untuk ikut serta. Kami berjalan mengunakan sepeda motor, menempuh perjalan kurang lebih selama satu setenggah jam. Dan akhirnya tiba ditempat yang strategis. Ternyata disana sudah berkumpul para muda-mudi yang memilik niat yang sama, sehingga menciptakan bumbu-bumbu perjalanan yang indah.

Kami memilih duduk ditempat duduk yang terbuat dari bambu dengan posisi menghadap ke arah barat. Saat itu masih pukul 16.30 WIB. Disini terlihat banyak orang yang mengambil foto atau berselfi. Kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan akhir ikut larut dalam gaya orang lain berfoto berlatarbelakang perkebunan teh. Tanpa sadar cahaya merah muncul dari balik Gunung Bungkuk. Seperti malu-malu cahaya tersebut memberikan efek merah bagi alam. Itulah cahaya matahari sore yang akan terbenam dan menandakan malam akan tiba. Tetapi kami tidak langsung pulang dan malah bergantian untuk mengabadikan cahaya merah tersebut. Hasil indah dan sanggat indah.

Ternyata keindahan cahaya merah tidak bertahan lama. Hanya 5 menit akan berganti gelap. Perkebunan akan diselimut kegelapan yang dingin. Kami harus beranjak pergi. Karena takut akan menjadi beku ditelan malam yang dingin. Kami lihat jam menunjukan pukul 18.30 WIB, ternyata disiang sudah berganti malam. Kami terpaksa harus turun dari ketinggian perkebunan. Walau badan mengigil, kami pacu sepeda motor agar cepat sampai ke rumah dan menyaksikan hasil bidikan kamera yang diambil tadi. Hal sama juga dilakukan oleh para wisatawan lain, beramai-marai meninggalkan perkebunan, dengan canda gurau memecah kesunyian kawasan perkebunan.

Perlu diketahui, kawasan perkebunan Kabawetan ini masuk salah satu distinasi wisata Provinsi Bengkulu yang ada di Kabupaten Kepahiang. Walau perkebunan ini warisan dari Kolonial Belanda beberapa puluh tahun lalu, perkebun ini masih tetap asri dan terjaga dan dikelola dengan baik oleh perusahaan yang ditunjuk. Orang Bengkulu atau dari daerah tetangga ketika datang ke Kabupaten Kepahiang dipastikan ingin berkunjung ke kawasan perkebunan. Mengapa? Karena perkebunan teh Kabawetan masih terjaga dan masih memberikan keindahan hamparan hijau untuk dinikmati. Selain itu untuk berkunjung wisatawan tidak perlu mengeluarkan uang, karena gratis dan kawasan memberikan keamanan.

Perkebunan teh ini sudah menjadi tujuan wisatawan selama puluhan tahun. Apabila sudah berkunjungi satu kali, wisatawan akan bercerita kepada rekan-rekannya dan akan kembali untuk menikmatinya. Tetapi, untuk saat ini Kabawetan hanya memberikan hamparan hijau perkebunan dan belum memberikan kontribusi kepada daerah dari sektor pajak pariwisata. Alasannya sampai sekarang belum ada fasilitas dibangun pemerintah untuk para wisatawan. Sehingga pemerintah belum bisa menarik retrebusi.

Rencananya kedepan dikawasan ini akan berdiri hotel dan restoran untuk menunjang keindahannya. (**)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen + thirteen =