Hari Ini 17.329 Siswa SMA/MA Se-Provinsi Bengkulu Ikuti UN

Hari Ini 17.329 Siswa SMA/MA Se-Provinsi Bengkulu Ikuti UN

BERBAGI
IST/RBO: Suasana UN

Naskah Soal UN Tidak Sama

RBO, BENGKULU – Berdasarkan data nominasi tetap (DNT) peserta ujian nasional (UN) yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara UN Provinsi Bengkulu tahun 2017, hari ini tercatat, sebanyak 17.329 siswa kelas 3 SMA/MA se-Provinsi Bengkulu mengikuti agenda ujian nasional (UN).
Sementara itu, untuk mengantisipasi kecurangan pelaksanaan UN, penjagaan ketat dilakukan. Mulai dari pendistribusian soal ke sekolah hingga pengerjaan ujian di dalam kelas.
Menurut Ketua Panitia UN Provinsi Bengkulu, R.Wahyu.DP, selain melibatkan petugas kepolisian, untuk mencegah kebocoran dan kecurangan pihaknya melibatkan elemen perguruan tinggi. Seperti, Universitas Bengkulu (Unib) dan LPMP Bengkulu untuk mengawasi jalannya pelaksanaan UN.
Ditambahkan, satuan Polisi Daerah (Polda) Bengkulu akan mengawal proses jalannya pelaksanaan UN dari awal pelaksanaan hingga akhir.
Ia menuturkan, peran Polda diperlukan agar UN dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan keamanan, khususnya di daerah rawan. Namun, petugas yang melakukan pengawasan saat pelaksanaan ujian tak diizinkan menggunakan seragam.
“Pengawasan diruang ujian tetap dilakukan oleh guru. Polisi tidak akan masuk ruangan ujian, namun tetap di komplek sekolah. Itu pun tidak boleh menggunakan seragam,” jelasnya.
Ia mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban psikologi siswa yang sedang menghadapi UN nanti.
“Kita tidak ingin siswa merasa kurang nyaman dan tertekan ketika UN berlangsung karena melihat adanya polisi berseragam di sekolah mereka. Mata pelajaran yang diujikan dicetak dalam berbagai paket soal. Sehingga dalam satu kelas siswa mendapatkan isi teks naskah soal UN yang berbeda dengan yang lainnya,” terangnya.
Ditambahkan, pengawasan terhadap UN yang mulai digelar hari ini (Senin-red) tanggal 10 April hingga tanggal 13 April mendatang masih tetap memberlakukan pengawasan sistem silang.
“Petugas pengawas UN tidak boleh dari sekolah asal. Harus mengawas di sekolah lain,” tegasnya.
Sementara itu, pada pelaksanaan UN hari ini (Senin-red), pihak sekolah diminta agar berhati-hati dengan oknum-oknum yang bermaksud mengambil keuntungan dari pelaksanaan UN. Salah satunya dengan menyebarkan kunci jawaban UN palsu.
Khusus di Bengkulu, modus beredarnya kunci jawaban UN palsu dikalangan siswa berdasarkan pengalaman sebelumnya hampir sama sebagaimana juga terjadi pada tahun lalu. Yaitu, pelaku menyebarkan informasi melalui pesan singkat atau SMS kepada para pelajar yang mengikuti UN.
Karena itu, Wahyu meminta kepada seluruh peserta UN untuk tidak percaya dan jangan terjebak.
“Kami pastikan itu palsu. Tidak perlu ditanggapi. Kami telah melakukan imbauan ke semua sekolah agar tidak percaya jika ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kunci UN palsu tersebut,” bebernya.
Ia melanjutkan, tahun lalu sebagian besar peserta yang nilainya tidak mencapai 5,5 diduga adalah mereka yang percaya pada kunci jawaban palsu. Hal ini dikarenakan jawaban yang mereka berikan dalam UN sama sekali bukan berdasarkan soal yang diberikan.
“Pihak sekolah harus terus memberikan motivasi serta semangat kepada seluruh siswanya agar bisa optimis lulus UN, serta siswa harus percaya diri dengan kemampuannya dalam mengerjakan soal UN hari ini. Kan sekarang nilai UN tidak lagi dijadikan sebagai syarat kelulusan, tapi hanya sebagai alat pemetaan mutu dan kualitas pendidikan disuatu sekolah,” pungkasnya. (ags)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eleven + nine =