Ikan Mukus “Misteri” Banjiri Mukomuko

Ikan Mukus “Misteri” Banjiri Mukomuko

612
BERBAGI
Hasil Olahan Ikan "Mukus" yang di goreng menggunakan tepung

Iwan Kadar: Makanan Favorit, Mikih Nyusul

RBO, BENGKULU – Saat ini Kabupaten Mukomuko sedang banjir Ikan Mukus endemic daerah setempat. Ikan kecil sejenis Teri ini tapi nikmat dan lezat lagi banyak di Mukomuko. Menurut Drs Dharma Setiawan SH alias Iwan Kadar, yang juga orang Mukomuko, Ikan itu memang termasuk salah satu makanan favorit daerahnya saat sedang musim.

“Memang kalau dari informasi keluarga di Mukomuko, sekarang sedang musim. Sedang banyak-banyaknya dan kalau lagi banjir seperti ini harganya pun murah,” ungkap Dharma Setiawan yang saat ini sudah berusia 65 tahun tersebut, kemarin (10/4).

Saat ini harganya basah Rp 15.000/liter dan kering Rp 10.000 setekong atau 1 kaleng susu kecil, atau Rp 30.000/liter.

Dijelaskan oleh pria yang juga pernah menjabat sebagai Kadispenda Kabupaten Mukomuko itu, Ikan Mukus ini sejenis dengan Ipun di Selatan. Namun rasanya beda dengan ikan sejenis itu di daerah lainnya.

“Ikan Mukus ini hampir sejenis dengan Ipun. Tetapi beda rasanya kalau yang dari Kabupaten Mukomuko ini, rasanya lebih enak,” jelasnya.

Ikan Mukus, lanjut Dharma Setiawan, adalah ikan musiman dan musimnya pun tidak menentu. “Kalau sekarang Bulan April banjir, sedang musim. Tahun depan belum tentu dia musim di bulan yang sama. Biasanya ikan ini datangnya bergerombol sekali banyak. Jika dikumpulkan semuanya jumlahnya bisa mencapai berton-ton saat musim seperti ini,” paparnya.

Dan Ikan Mukus ini bisa dimasak macam-macam bisa diolah menjadi makanan ringan ataupun dibuat menjadi sayur, lauk yang enak untuk dimakan. Mulai dari dari godok mukus, peyek, pergedel, bakwan dll. Bisa juga gulai mukus, pengek mucus, palai, pepes, asam pedas, rendang dll.

“Disambal, digoreng ataupun disantan enak semua,” katanya.
Darimana asal Ikan Mukus ini? Dharma Setiawan tidak tahu bagaimana asal usulnya. “Kalau darimana datangnya, saya juga tidak tahu. Hanya saja di laut kami Mukomuko itu, sama seperti Lokan, Lokan itu tidak mutus-mutus dan rasanya pun sangat khas beda dengan Lokan daerah lainnya. Begitu juga dengan ikan mukus ini. Kalau Ikan Mukus yang sebesar Jari Telunjuk di Sungai Selagan dan Air Dikit itu banyak. Namun anak mucus yang berton-ton ini lain dan beda dengan Ikan Mukus yang di sungai. Tapi anak mucus dari laut itu nantinya masuk sungai dan akhirnya juga besar telunjuk jadi mucus sungai. Padahal asal anaknya dari laut,” jawabnya.

Setelah Mukus Biasanya Muncul Ikan Mikih

Dan fenomena lainnya di perairan laut Mukomuko itu, tambah Dharma Setiawan setelah musim Mukus akan muncul Ikan Mikih. “Biasanya satu bulan setelah musim mukus ini, akan disusul Ikan Mikih atau mingkih. Mingkih ini tidak kalah enaknya dengan Mukus. Bahkan lebih wow dan spektakuler lagi karena ukurannya besar hingga 1-5 Kg perekor. Harganya juga mahal mencapai Rp 250.000 Kg,” tambahnya mengakhiri pembicaraan. (idn)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

thirteen + 20 =