Istri dan Anak Pengacara Diancam Tembak Mati

Istri dan Anak Pengacara Diancam Tembak Mati

296
BERBAGI
Dedi/RBO:Kamar Berantakan Sehabis Dikuras Maling

Rampok Gasak Mobil, HP, Laptop, Uang, dan Perhiasan

RBO, BENGKULU – Penjahat makin garang dan berani di Kota Bengkulu, bahkan mengancam mengancam akan tembak mati korbanya jika berani melawan dan atau berteriak.

Selanjutnya harta korban dikuras. Mulai dari mobil, HP, uang, motor, emas hingga laptop di larikan pelaku.

Korban adalah pengacara Usin Abdisyah Putra Simbiring Warga Perumahan Azahra blok 7 RT 22 RW 2 Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu.

Kejadiannya Selasa kemarin, (11/4) sekira pukul 04.00 WIB menjelang subuh. Warga geger! Pasalnya Kawanan Rampok bersenjata Api (Senpi) berjumlah 3 orang membobol rumah korban Usin Abdi Syahputra Simbiring (40). Kawanan penjahat tersebut mengambil paksa 1 Unit Mobil merek Datsun Ayla Warna Putih dengan Nomor Polisi BD 1162 CD, 1 Unit Sepeda Motor Yamaha R25 warna hitam dengan Nomor Polisi BD 4748 CI, 3 Unit Handpnoh berbagai merek, 1 Unit Laptop merek Accer warna Biru, Uang sekitar Rp 2. 500.000 dan perhiasan cicincin emas seberat 5,7 gram.

Menariknya kejadian itu, 1 unit Sepeda motor yang juga diduga digasak oleh kawanan maling tersebut berhasil ditemukan oleh jajaran Polsek Muara Bangkahulu sekitar 100 Meter dari Rumah korban sekir pukul 12. 00 WIB siang kemarin.

Menurut keterangan saksi mata Roli Santi (39) istri Usin, dirinya hanya melihat pelaku yang masuk ke rumah berjumlah 3 orang. Mereka menggunakan Senpi. Dua pelaku masuk dari pintu samping garasi dengan cara merusak paksa pintu dengan dicongkel menggunakan besi runcing atau arit.

Kemudian langsung masuk ke dalam rumah kemudian salah satu dari pelaku mengedor pintu kamarnya kemudian dirinya bergegas bangun dan membuka pintu kamar tersebut. Setelah dibuka pelaku langsung menodong pistol di bagian kepalanya.

“Setelah pintu saya buka mereka (Pelaku-red) lansung membidik kepala saya dengan pistol dan juga anak bungsu saya Sura Bersada (9). Kemudian pelaku mengobrak abrik isi kamar untuk mencari barang perhiasan, Handpone dan juga uang tunai,” terang Roli Santi.

Jumlah pelaku secara pasti, dikatakan, Roli dirinya tidak mengetahui secara pasti yang jelas terlihat mereka berjumlah 3 orang. Yang masuk ke dalam rumah 2 orang dan satu orangnya lagi menunggu di luar pintu gerbang rumah.

“Untuk 2 orang pelaku yang saya ketahui secara jelas berciri ciri, satu orang memiliki tinggi badan sekira 165 cm, memiliki kumis, bicara logat Jawa, Sedangkan untuk pelaku satunya menunggu di luar saya tidak mengetahui secara pasti ciricirinya,” beber Roli.

Waktu pelaku menodong, lanjut Roli dirinya diancam dan berkata kalau mau mobil ini silakan jemput di bandara pagi besok. Namun jangan pernah memberitahukan kejadian ini dengan siapapun apa lagi polisi.

“Saya waktu ditodong itu diancam, jangan melaporkn kejadian ini dengan polisi. Kalau mau mobil silakan jemput di bandara besok pagi (pagi kemarin – red), apabila kejadian ini dilaporkan dengan pihak kepolisian saya akan tembak mati suami dan anakmu mereka hanya ngancam saya seperti itu,” tambah Roli.

Usin Abdi Syahputra Simbiring, suami dari Roli Santi mengatakan, waktu kejadian dirinya sedang tidak ada di rumah. Yang pada saat itu sedang berada di luar untuk mempersiapkan acara partai Hanura di Tanah Patah.

“Waktu kejadian yang berada di rumah hanya istri saya, dan dua orang anak saya. Saya pada saat itu kebetulan sedang tidak berada di rumah, saya sedang mengahadiri acara di partai Hanura,” terang Usin.

Dikatakan Usin, kalau musuh dirinya selama ini tidak ada dan perasaan jahat dengan seseorangpun juga tidak ada. Apa lagi ciri-ciri orangnya logat bahasa Jawa.

“Saya malah kebanyakan teman orang jawa, tapi istri saya bilang pelaku bicara menggunakan logat Jawa. Sekarang kasus ini saya serahkan dengan penyidik untuk menindak lanjutinya,” terang Usin.

Dirinya juga sudah lakukan cross check ke bandara, sesuai dengan ancaman pelaku kepada istrinya. Dirinya langsung meluncur dengan anggota polisi ke arah bandara.

“Ya memang kita sudah telusuri kawasan Bandara tersebut, Namun belum membuahkan hasil. Saya kira ancaman tersebut hanya untuk menghilangkan pokus penyidik untuk mencari jejaknya,” beber Usin.

Akibat kejadian tersebut kerugian ditaksirkan sekitar Rp 190 Juta.(cw5)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY