Penyidik Kejati Geledah dan Sita 3 Dus Dokumen di BPKAD Kota Bengkulu

Penyidik Kejati Geledah dan Sita 3 Dus Dokumen di BPKAD Kota Bengkulu

280
BERBAGI
Dedi/RBO: Tim Penyidik Kejati Bengkulu Sita Dokumen BPKAD Kemarin

Calon Tersangka Sudah Ada

RBO, BENGKULU – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Senin kemarin, (10/4 menggeledah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bengkulu.

Penggeledahan itu terkait adanya indikasi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam kegiatan Sosialisasi Pajak Daerah tahun 2016 lalu dengan jumlah anggaran sekitar Rp 465.000.000.

Dikatakan Kajati Bengkulu Sendjun Manulang SH, MH melalui Kasi Penkum Ahmad Fuadi SH penggeledahan itu dilakukan supaya tim penyidik segera menemukan titik terang karena sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

“Hasil dari penggeledahan itu tadi, tim penyidik telah menyita 2 dus dokumen yangberkaitan dengan kegiatan sosialisasi pajak daerah itu untuk kita pelajari lebih mendalam lagi,” terang Ahmad Fuadi kemarin kemarin.

Untuk penetapan tersangka, dikatakan Ahmad Fuadi sejauh ini belum dapat diungkap karena tim penyidik masih mencari kepastian siapa sebenarnya yang terseret dalam kasus ini. Setelah domuken yang disita tersebut dipelajari barulah tersangka segera ditetapkan.

“Untuk menetapkan status sesorang itu tentu ada kepastiannya dan terbukti bahwa dialah yang yang terlibat dalam kasus ini. Kalau sekarangkan kita baru memintai keterangan saksi. Memang betul kasus ini sudah ditingkat penyidikan, namun kalau untuk menetapkan tersangka kita lebih hati-hati,” terang Fuadi.

Sejauh ini, dikatkan Fuadi untuk calon tersangka dirinya enggan berkomentar karena masih dalam proses penyidikan dan mencari kepastiannya sipa tersangka yang sebenarnya.

“Nanti setelah penyidikan, kita tidak bicara calon tersangka lagi, kita langsung berbicara tersangkanya. Kalau sekarang calonnya memang sudah ada sesuai dengan keterangan saksi yang kita kumpulkan. Tetapi kita belum bisa menyebut namanya siapa nanti kita lihat saja lebih lanjut,” papar Fuadi.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas BPKAD Kota Bengkulu, Wilson SE mengatakan, memang tim penyidik dari Kejati Bengkulu melakukan penggeledahan untuk memastikan kasus yang terindikasi korupsi dalam Kegiatan Sosialisasi Pajak Daerah tahun 2016 lalu yang sekarang sedang ditangani oleh tim penyidik Kejati Bengkulu. Mungkin mereka mencari dokumen yang berkaitan dengan SPPD yang dikatkan Fiktip tersebut.

“Memang ada satuan khusus penanganan Tipikor dari Kejati Bengkulu mendatangi kita, kedatangan mereka secara resmi. Kedatangan mereka terkait dengan adanya indikasi koupsi dalam kegiatan Sosialisasi Pajak daerah tahun 2016 lalu, kedatangan mereka juga menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan kegiatan tersebut,” terangnya.

Penggeledahan ini, kata Wilson dirinya tidak mempermasalahkan karena ini untuk melengkapi persyaratan proses penyidikan mereka. Dalam kasus ini dirinyapun juga telah dimintai keterangan dan beberapa yang lainnya.

“Kita sebagai warga Negara Indonesia membantu mereka untuk menemukan titik terang kasus ini supaya lebih jelas, lebih tepat dan cepat terselesaikan,” terang Wilson.

Terkait dengan dokumen apa saja yang disita oleh tim penyidik, dirinya tidak mengetahui secara pasti.

“Kita tidak mengetahui secara detail dokumen apa saja yang disita tim penyidik. Yang pasti mereka menyita dokumen yang berkaitan dengan kegiatan Sosialisasi Pajak Daerah,” ujar dia.

Pantauan Jurnbalis RADAR BENGKULU tim Penyidik dari Kejati itu berjumlah 4 orang dipimpin oleh Ade Heriawan dan 3 anggota lainya tiba di BPKAD sekira Pukul 10.00 WIB hingga selesai pukul 14.00 WIB. Tim Penyidik memeriksa 3 rungan yaitu Ruang Kepala Badan, Ruang Sekretariat dan Ruang Susunan bagian Program dan Keuangan. (CW5)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 + six =