Arief Sangkal “Ngeper” Tangani Jalan Provinsi

Arief Sangkal “Ngeper” Tangani Jalan Provinsi

137
BERBAGI
Arief Wirawan, SH, MH

Kejati Tak Intervensi

RBO, KEPAHIANG – Kepala Kejari Kepahiang H. Wargo, SH, melalui Kasi Pidsus Arief Wirawan, SH, MH, menyangkal “ngeper” atau mundur menangani dugaan korupsi proyek jalan Kepahiang batas Sumatera Selatan (Sumsel) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu senilai Rp 6,8 M tahun 2016.

Menurut Arief, maksud saran perbaikan yang disampaikan sebelumnya bukan dalam rangka penyelidikan, tetapi saran biasa agar jalan tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Itu saran diluar penyelidikan, mau mereka laksanakan silakan, tidak juga gak apa-apa, mereka lakukan perbaikan tidak jugo lapor ke kito (jaksa-red),”ujar Arief diruang kerjanya, Selasa (11/04) siang.

Arief menegaskan pihaknya masih tetap melakukan penyelidikan terhadap pekara teresebut. Dan apabila sudah diperbaiki itu lebih bagus, tetapi jaksa akan tetap melakukan perhitungan dan mencocokan dengan temuan sebelumnya.

“Kito masih tetap melakukan penyelidikan, pemeriksaan tetap berjalan, Kamis lusa, kita akan periksa lagi kontraktor Sobari dan Konsultan Pengawas Rohman, karena kemarin belum selesai,”tegasnya.

Saat ditanyakan terkait adanya interpensi dari pimpinan dalam hal ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) karena proyek tersebut didamping oleh tim TP4D Kejati Bengkulu, Arief memastikan tidak ada tekanan ataupun saran untuk menghentikan proses penyelidikan.

“Sampai sekarang belum ado, mereka (Kejati-red) saja juga penyidikan jalan Enggano, padahal itu didamping TP4D,”terang Arief.

Karena lanjut Arief, pendampingan TP4D, tidak menjamin pekerjaan akan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontrak. TP4D tambahnya hanya memberikan penerangan hukum agar pekerjaan tidak bertentangan dengan hukum berlaku. Tetapi bila sudah diberikan saran dan masih ditemukan adanya tindakan melawan hukum, maka aparat hukum akan mengambil tindakan.

“TP4D tidak menjamin pekerjaan itu sesuai dengan RAB,”tuturnya.

Arief membeberkan sampai saat ini jaksa penyelidik akan terus mengali dugaan tersebut. Targetnya jaksa akan memeriksa 10 saksi untuk diminta keterangan. Usai itu jaksa akan melakukan ekspose internal untuk menentukan sikap.

“Usai 10 saksi baru kita ekspose dan ambil sikap, apakah pekara ini bisa dilanjutkan atau tidak, bila bisa kita naikan penyidikan,”tutup Arief. (Izu)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × three =