Kejari Bengkulu Hentikan 14 Kasus

Kejari Bengkulu Hentikan 14 Kasus

555
BERBAGI

Kasus Bansos dan Pasar Panorama Aman

RBO, BENGKULU – Sesuai dengan instruksi Kejaksaan Agung (Kejagung) kejasaan se Indonesi zero tunggakan. Kawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Selasa kemarin, 11/4 ekspos semua tunggakan di bawah tahun 2015.

Dijelaskan Kajati Bengkulu Sendjun Manulang SH, MH semua kasus di bawah tahun 2015 ditentukan kepastiannya dihentikan atau dilanjutkan.

Untuk kasus Pidana Umum (pidunm)di wilayah Kejati Bengkulu yang direkap Kejaksaan Agung (Kejagung) yaitu sebanyak 39 kasus namun setelah mereka turun melakukan cross check miris tidak ada tunggakan yang terbukti ada tunggakan yaitu di Kejaksan Negeri (kejari) Bengkulu 3 kasus Kejari Bengkulu Utara 1 kasus Kejari Kepahiang 1 kasus dan Kejari Mukomuko 2 kasus.

Kalau untuk Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu nihil tunggakan. Kejari Bengkulu 14 tunggakan dan dihentikan semua. Kejari Lebong yaitu 5 tunggakan, 5 tunggakan tersebut diperpanjang masa penyelidikannya, dan Kejari Bengkulu Selatan yaitu 1 perkara dan sudah dihentikan. Kalau untuk nama kasusnya kecuali untuk Kejari Bengkulu dalam ekspos itu tidak disebutkan karena terkedala dengan waktu yang cukup singkat.

“Kalau kita bahas semua kenapa kasus itu dihentikan? Dan kenapa dilanjutkan? Kita tidak memiliki waktu yang panjang untuk bahas itu. Yang jelas ini adalah instruksi dari Kejagung. Kita dari Kejaksaan Se Provinsi Bengkulu juga Zero tunggakan,” terang Sendjund waktu ekspos kemarin.

Khusus untuk Kejari Bengkulu dirinya akan menerangkan kasus apa saja yang dihentikan yaitu (1) Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pembangunan pasar Tradisional Panorama Bengkulu tahun 2011 dan 2012 atas nama Syafwan Ibrahim,

(2) dugaan tipikor pembangunan pasar Tradisional Panorama Bengkulu tahun 2011 dan 2012 atas nama Andry Yulianto

(3) dugaan tipikor pembangunan pasar tradisional Panorama Bengkulu tahun 2011 dan 2012 atas nama Ade Feriwan

(4) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2012 atas nama Sawaludin Simbolon

(5) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2012 atas nama Patriana Sosialinda,

(6) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2012 atas nama Irman Sawiran

(7) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2012 atas nama Ahmad Kanedi

(8) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Helmi Hasan

(9) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Patriana Sosialinda

(10) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Diyansah

(11) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Sandi Bernando

(12) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Irman Sawiran

(13) Dugaan Tipikor Penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkot Bengkulu tahun 2013 atas nama Sawaludin Simbolon
Dan

(14) Dugan Tipikor Gratifikasi terhadap anggota DPRD Kota Bengkulu dalam Pembahasan dan pengesahan APBD Kota Bengkulu Tahun 2012, 2013 dam tahun 2014perjalanan dinas Fiktif yang berkaitan dengan kegiatan Anggota DPRD Kota Bengkulu dan personil Sekretariat DPRD Kot Benglulu.

Namun dirinya juga enggan berbicara kenapa Kejari Bengkulu hentikan 14 kasus tersebut.

“Kalau alasan sesuai dengn perintah Kejagung yaitu tidak memiliki saksi, dan tidak memiliki bukti yang kuat. Yang jelas kita akan lakukan program zero tunggakan ini. Karena kita tidak mengetahui kenapa kasus itu mereka hentikan kita hanya menerima laporannya saja,” paparnya.(cw5)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

6 − three =