Oknum Lapas Curup Tertangkap Narkoba

Oknum Lapas Curup Tertangkap Narkoba

207
BERBAGI

7 Paket Shabu, 7 Butir Ekstasi dan Ganja Diamankan

RBO, BENGKULU – Gerak gerik peredaran narkoba berada di Lembaga Pemasyarakatan kian terang. Oknum Lapas IIA Kota Curup tertangkap akibat melakukan transaksi narkoba. Oknum tersebut Zoheri (32) warga Adirejo Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Dikatakan Direktur Resnarkoba Polda Bengkulu AKBP Imam Sachroni didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Supriyadi dan Kasubbid Penmas Polda Bengkulu Kompol Mulyadi mengatakan, tersangka tertangkap pada hari Minggu (09/04) lalu, dimana jajaran Timsus Resnarkoba Polda Bengkulu sudah melakukan pengintaian terhadap pelaku selama beberapa hari sebelumnya.

Dari informasi jajaran Resnarkoba Polda Bengkulu, pelaku akan melakukan transaksi pada pukul 18. 00 WIB  Sabtu (08/04) malam lalu. Tepatnya disalah satu rumah makan Ampera di kawasan Jalan Lintas Kepahiang Curup Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang.

“Anggota yang sudah mengintai akhirnya melakukan penangkapan. Dikarenakan saat di TKP, tersangka sudah melakukan transaksi. Hingga kita langsung amankan tersangka dan juga barang bukti,” terangnya saat mengikuti jumpa pers kemarin Selasa (11/04) di Mapolda Bengkulu yang juga dihadiri Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Agus Kurniady Sutisna didampingi Irwasda Polda Bengkulu Kombes Pol Mifthor Rachman.

Pihaknya pun melakukan perkembangan atas tertangkapnya oknum lapas tersebut. Dari beberapa rangkaian perkembangan tersangka. Hingga anggota pun menemukan narkoba berjenis shabu di kawasan rumah dinas Lapas di Curup. Disana anggota mengamankan seperempat shabu. Tak hanya itu, anggota juga mendapatkan narkoba shabu dengan total keseluruhan berat 7 paket shabu.

“Di kediaman dinas, kita amankan seperempat shabu. Kita kembangkan kembali, hingga kita amankan 7 paket shabu, 17 butir ekstasi dan 1 bungkus biji ganja di dalam plastik. Atas perbuatan ini kita kenakan tersangka dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun,” tutupnya.

Terkait edaran narkoba di Lapas, pihaknya masih mencari informasi adanya peredaran barang haram tersebut. “Saat ini kita masih melakukan informasi edaran narkoba di Lapas. Kita tidak bisa berkata iya atau tidak. Namun jika terbukti ada, maka kami akan lakukan tindak tegas,” tutupnya. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY