Bank Bengkulu Laba Rp 113 Miliar

Bank Bengkulu Laba Rp 113 Miliar

125
BERBAGI
PUTRA/RBO: Gubernur Bengkulu saat hadir RUPS Bank Bengkulu sangat mengapresiasi atas laporan keungan bank Bengkulu yang semakin baik.

Gub Apresiasi BB Atas Laporan Keuangan Bagus

RBO, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti, MH sangat mengapresiasi atas pencapaian kinerja atas laporan keuangan Bank Bengkulu saat ini. Hal ini disampaikan oleh Gubernur saat menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan bank Bengkulu tahun 2016 yang diadakan di Hotel Santika kemarin. RUPS ini diikuti para pemegang sahan seperti Walikota/bupati se Bengkulu.

“Laporan keuangan Bank Bengkulu sangat bagus sehingga kita perlu memberi apresiasi kepada staf, komisaris dan direksi yang tetap menjaga bank Bengkulu. Mereka telah melahirkan laporan keuangan yang keredibel yang juga dihasilkan oleh akuntan ternama Adori, dengan predikan WTP. Kemudian juga prestasi bank juga baik sampai saat ini,” beber Gubernur saat hadir dalam RUPS tersebut.

Selain itu juga RM sapaan akrab Gubernur Bengkulu menambahkan namun juga kita paham bank kita masih termaksuk dalam kategori bank yang kecil. Namun kita bangga atas pencapaian yang dihasilakan bank daerah kita ini.

Direktur Utama Bank Bengkulu H. Agusalim, SE, ME membeberkan saat ini Deviden yang dibagikan kepada pemegang saham sebanyak 40 % dari keuntungan. Dimana laba bersih bank Bengkulu sebesar Rp 113 Miliar lebih.

RUPS ini juga bertujuan untuk meningkatkan agar Bank Bengkulu naik ke BUKU II dengan modal inti Rp 1 triliun.

”Meski saat ini kita hanya melakukan menghimpun dana dan menyalurkan kembali. Namun tidak menghentikan tekat kita semua untuk memajukan bank kita menuju bank BUKU II nantinya,” sapanya.

Dimana kita ketahui sumber bank itu sendiri diantara laba ditahan dan modal yang disetor. Modal yang disetor itu bisa saja dari deviden maupun anggaran APBD maupun APBN lain yang dimasukkan ke bank Bengkulu.

Untuk saat ini modal inti bank Bengkulu lebih kurang Rp 560 miliar. “Memang masih cukup banyak kekurang kita untuk menuju BUKU II. Kita predeksi 2019 kita telah menjadi bank BUKU II sehingga bisa bersaing dengan bank-bank BUKU VI lainnya yang telah memiliki modal inti Rp 30 triliun, sehingga saat ini usaha kita masih terbatas,” ujarnya. (ae3/rsm)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY