Pasca Ditangkap, Oknum Petugas Lapas Dipecat Tidak Hormat

Pasca Ditangkap, Oknum Petugas Lapas Dipecat Tidak Hormat

267
BERBAGI

Kabid Humas: Bisa Saja Barang Itu Beredar

RBO, BENGKULU – Oknum petugas Lapas Kelas IIA Curup Zoheri (32) warga Kecamatan Adirejo Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong dipecat. Zoheri tertangkap tangan, sedang melakukan transaksi narkoba pada Minggu (09/04) lalu. Bahkan anggota Resnarkoba Polda Bengkulu mengamankan, 7 paket shabu, 17 pil ekstasi, 1 bungkus biji ganja di dalam plastik hingga timbangan yang diduga sebagai alat transaksi dari pelaku.

Dikatakan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Bengkulu Drs. Liberti Sitinjak, M.M melalui Kassubag Penyusunan Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi/PPID Abdul Hamid, SH akan menindak tegas terhadap jajaran badan instansi yang memakai narkoba, bahkan pengedar barang haram tersebut. “Sebelumnya kita sudah tindak tegas kepada seluruh jajaran agar tidak menyalahgunakan narkoba. Seluruh pegawai di Kemenkumham ini silakan melapor, bahkan terhitung di setiap UPT (Unit Pelaksana Tugas) disini sudah ada 10 orang yang meminta rehab.

Kita bahkan sering dikumpulkan untuk mengikuti seminar kedisiplinan di seluruh Lapas se Provinsi Bengkulu yang diarahkan oleh Kepala Kanwil, Kapolda, Danrem dan Kajati Bengkulu. Kita kerap kali melakukan tes urine, seluruh jajaran tanpa kecuali,” terangnya.

Diketahui, untuk status Zoheri sudah dilakukan pemecatan sehari pasca ditetapkannya oleh anggota Resnarkoba sebagai tersangka. Lanjut Abdul, untuk proses pemecetan, paling lama terhitung satu bulan. Pihak yang dipecat resmi tidak lagi berstatus berkerja di Kemenkumham. Menanggapi peredaran narkoba didalam lapas, Abdul mengatakan tidak menutup kemungkinan. Jika barang haram itu beredar di Lembaga Pemasyarakatan. “Kakanwil sudah menyatakan bulan April ini, para petugas Lapas hingga jajaran kita tidak ada yang memakai narkoba. Saat gelar perkara yang bersangkutan itu, bahkan saya melihat barang bukti dari pelaku.

Kalau sudah begitu, ini bukan lagi pemakai. Saat diketahui, yang bersangkutan langsung dilakukan pemecatan tidak dengan hormat. Untuk suratnya, sudah dilakukan sesudah sehari penangkapan pelaku. Untuk proses itu bisa terhitung satu bulan.

Semua itu ada urusan dari pusat, ada tim ahli yang dikaji. Namun usulan sudah kita layangkan pasca sehari ditangkap. Untuk kemungkinan, bisa saja diahlikan didalam (narkoba.red) atau diluar sana. Namun saya tidak bisa benar atau tidaknya,” imbuhnya Rabu (12/04) kemarin di Kantor Wilyah Kemenkumham Provinsi Bengkulu. (run)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY