Penyidik Nilai Pungli Panorama Indikasi Korupsi

Penyidik Nilai Pungli Panorama Indikasi Korupsi

BERBAGI:

Kadis DLH Dijadwalkan Diperiksa Kembali

RBO, BENGKULU – Informasi teranyar, jika penyidik Subdit Jatanras Polda Bengkulu menilai adanya tindakan korupsi terhadap pungutan retribusi sampah, di Pasar Panorama Kota Bengkulu. Diketahui dugaan praktik pungli ini sudah dilakukan selama tahun 2009 lalu.

Dari 4 tersangka, Im warga Kelurahan Dusun Besar (36) Ez (27) warga Lingkar Timur Ak (32) warga Kelurahan Sumur Dewa dan Sw (39) warga Kelurahan Lingkar Timur yang merupakan tersangka kasus pungli retribusi sampah. Oknum dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu pun diduga ikut jadi sorotan penyidik. Penyidik memeriksa Kadis, Kabid hingga para staf.

Keterlibatan oknum dari Dinas, tersebut pun mulai dikembangkan. Dikatakan Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol A Rafik, SE jika jajarannya menilai jika adanya kebijakan diluar aturan yang berlaku.

“Ya, memang dari pihak penyidik melihat adanya tindakan korupsi. Namun kita akan koordinasi dengan Direktorat Khusus, ini yang akan jadi bahan kita kedepannya,” terang Rafik.

Sebelumnya, dalam ekspose jajaran Direktorat Reskrim Umum Polda Bengkulu terlihat jika surat kesepakatan kerja hingga tanda pengenal petugas itu ditanda tangani oleh pihak DLH. Aturan sistem dalam penyaluran dana ini tidak sesuai dengan Perda Kota Nomor 5 tahun 2011 tentang retribusi dan Perda Kota Nomor 2 Tahun 2011 tentang pengelolaan sampah.

“Dari pungutan sampah setiap lapaknya, pihak yang bertugas bahkan memungut Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Berarti setiap pungutan itu ada yang berwewenang dan bertanggung jawab. Nanti akan kita lakukan jadwal pemeriksaan kembali oleh pihak DLH itu,” tutup Rafik Jumat kemarin (14/04). (run)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 − nine =