Antisipasi Gejolak Arus Bawah Kominda Bahas 4 Isu Benteng

Antisipasi Gejolak Arus Bawah Kominda Bahas 4 Isu Benteng

BERBAGI
Yantje Yohanes

RBO, BENTENG – Sebagai upaya mengantisipasi gejolak yang timbul di arus bawah masyarakat, yang dapat menimbulkan gesekan dan konflik horizontal, maka Kesbangpol segera menggelar rapat koordinasi dengan pihak intelejen dari berbagai unsur, seperti BIN, Polres, Kejari dan Dandim.

Dalam rapat Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) tersebut sedikitnya akan membahas 4 isu yang saat ini ramai dan diprediksi dapat menimbulkan gejolak. Seperti, keberadaan Jamaah atau kelompok yang dinyatakan sesat oleh MUI, kondisi pasca Pemilukada, Pendirian Rumah Ibadah dan Pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA).

Kepala Kesbangpol Benteng, Yantje Yohanes menjelaskan rapat tersebut dimaksudkan mencari solusi dan menetralisir kemungkinan timbulnya gejolak. Dia menjelaskan hasil rapat Kominda akan diajukan pada bupati dalam bentuk analisa dan langkah-langkah penanganan sebagai bahan pertimbangan bupati dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan isu tersebut.

Dia menambahkan khusus masalah kelompok-kelompok yang dinyatakan sesat oleh MUI terus mereka pantau. “Intelijen Kominda terus memantau aktivitas kelompok-kelompok yang dimaksud oleh MUI. Sejauh ini di Pondok Kelapa dan di Pondok Kubang belum ada aktivitas membahayakan,” kata Yantje.

Terkait isu pendirian rumah ibadah non muslim di tengah pemukiman penduduk mayoritas muslim. Dia menjelaskan dari hasil investigasi pihaknya sudah menemukan riak-riak gejolak penolakan pendirian rumah ibadah tersebut.

“Konsentrasi kami saat ini, juga terfokus pada pendirian rumah ibadah non muslim di tengah masyarakat muslim. Kami terus memantau dan akan melibatkan pihak Kemenag untuk mempelajari masalah ini. Sebab untuk mendirikan rumah ibadah memiliki syarat dan ketentuan. Tidak bisa asal didirikan,” kata Yantje. (tan)

BERBAGI:

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − 17 =